Rabu, 10 Juni 2026

Perang Afrika

Tuan rumah PSAP Sigli harus melakoni pertandingan super berat ketika menjamu juara musim 2009/2010, Arema Malang

Tayang:
Editor: bakri
* PSAP vs Arema

SIGLI - Tuan rumah PSAP Sigli harus melakoni pertandingan super berat ketika menjamu juara musim 2009/2010, Arema Malang, Senin (21/5) petang dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012, di Stadion Kuta Asan, Sigli, Pidie.

Laga tim papan bawah boleh dibilang sebagai perang Benua Afrika. Karena, PSAP dan Arema sama-sama memiliki pemain dari benua itu. Bahkan, pemain impor tersebut sangat diandalkan kedua tim. Duel sesama legiun asing tentu saja akan menyajikan kemampuan paling terbaik.

PSAP memiliki lima pemain asing yakni tiga Afrika dan dua dari Korea Selatan. Khusus dari Benua Afrika tercatat Stambisso, Abu Bakar Bahh, dan Sekou Camara. Stambisso berpaspor Afrika Selatan, Abu Bakar warga negara Sierra Lione dan top skor PSAP, Camara berasal dari Mali. Trio ini menjadi ‘nyawa’ bagi kekuatan Laskar Aneuk Nanggroe.

Bekas striker Santos FC Durban, Afrika Selatan, Sekou Camara ada dalam kondisi gairah. Setelah absen melawan Persegres, tentu dia akan berusaha mencetak gol ke-7 untuk PSAP. Sementara Stambisso paling diandalkan sebagai palang pintu untuk menghalau serangan. Kini, dia memiliki tugas untuk mematikan aksi striker Arema yakni Dzumafo-Sunarto.

Lalu bagaimana dengan Singo Edan--julukan Arema--? Pasukan Kota Malang juga memiliki lima legiun asing yakni Kamerun, Singapura, dan Australia. Khusus Benua Afrika, Arema memiliki kekuatan dari sosok tukang gedor, Dzumafo Herman Efandi, Semme Pierre Patrick, plus mantan playmaker Timnas Kamerun, Alain N’Kong.

Bagi pecandu sepakbola di Indonesia, sosok Dzumafo tentu sangat akrab. Bahkan, penyerang bertubuh raksasa ini paling ditakuti pemain lini bawah lawan. Setelah lima tahun bersama dengan PSPS Pekanbaru, Dzumafo akhirnya menyeberang ke Arema. Hebatnya, si pemilik kostum nomor 99 ini langsung didaulat sebagai kapten tim Singo Edan.

Khusus untuk laga nanti sore, dua Kamerun itu harus mengeluarkan segenap kemampuan. Betapa tidak, trio asing yang dimiliki Arema seperti Steven Hesketh, Alain N’Kong dan pemain Timnas Singapura, Muhammad Ridhuan dipastikan absen akibat cedera. Hilangnya trio asing ini mempengaruhi kekuatan mereka.

Seperti diketahui, skuad PSAP hanya mampu memetik satu poin saat menghadapi Persiba Balikpapan skor, 1-1, di Stadion Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (12/5). Namun, ketika melawan Sriwijaya Palembang, PSAP takluk 3-1 di Stadion Jakabaring, Minggu (6/5) malam.

Kekalahan menyakitkan dialami PSAP kala dihempas Persegres Gresik, di Stadion Tri Darma Petrokimia, Kota Gresik, Jawa Timur, Rabu (16/5) Petang. Gol di menit akhir dari hentakan penyerang asal Suriah, Marwan Sayedeh menguburkan ambisi Fakhrurazi dkk untuk membawa pulang satu angka.

Gol ke gawang PSAP tak lepas dari kesalahan fatal yang dilakukan Reza Fandi dalam mengontrol bola. Sehingga, si kulit bundar pun bisa dicuri Gustavo Chena dan diakhiri tendangan Marwan. Gol ini tentu saja mengulang kesalahan Reza Fandi ketika menghadapi tuan rumah Persiba Balikpapan.

Gol ke gawang PSAP ketika itu berawal dari tendangan bebas Esteban yang diakhiri tandukan Sutan Samma. Hadiah tendangan bebas harus diberikan wasit Yandri setelah Reza Fandi melanggar Matsunaga di pinggir lapangan dengan dengan pertahanan PSAP. Padahal, aksi itu tak perlukan dilakukan mengingat bola akan meluncur keluar dari lapangan.

Dua kesalahan tersebut harus menjadi evaluasi bagi Jessie Mustamu terhadap pemain yang menyandang ban kapten. Karena, salah sedikit saja akan membuat PSAP kian terpuruk. Tentunya, kini tidak boleh terjadi di laga nanti sore. Ingat! PSAP butuh poin supaya dapat keluar dari zona merah.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved