- Satu Orangutan di Aceh Mati
- Ingin Mulus, Mantan Model Suntikkan Minyak Goreng…
- Pedagang Kaki Lima Bakar Diri
- Jurusan Bisnis, Keuangan dan Teknik, Favorit di Australia
- Binus Buka Jurusan Hubungan Internasional
- Gubernur Minta Perusahaan Peduli Pendidikan
- Saudi Batasi Kekuasaan Polisi Agama
- Eks Pemberontak Ciptakan Wisata Gerilya
- Hamas Kecam Barcelona FC
- Jokowi Jadi Nama Bayi Orangutan di Kebun Binatang…
SERAMBINEWS.COM, FLORIDA - Orangutan Sumatera memiliki trik reproduksi jitu dengan menunda pubertas atau kematangan seksual menunggu sampai cukup kuat untuk bersaing dengan pejantan lain.
Pejantan orangutan Sumatera diketahui bisa bereproduksi sejak usia 15 tahun. Perkembangan sekunder berupa flensa pada pipi, bulu dada, rambut lebih panjang pada lengan dan kantung tenggorokan yang memungkinkan menghasilkan panggilan lebih tebal tumbuh di usia tersebut.
Meski demikian, seperti dikutip situs New Scientist, Sabtu (19/5/2012) lalu, orangutan Sumatera kadang menunda perkembangan sekundernya hingga 10 tahun. Kemampuan ini tak dimiliki primata mana pun, termasuk orangutan Borneo.
Gauri Pradhan dari University of South Florida di tampa dan rekannya melakukan studi terkait hal ini dan memublikasikannya di American Journal of Physical Anthropology.
Diketahui bahwa orangutan Sumatera mampu memonopoli satu betina selama beberapa minggu dalam proses reproduksi. Pradhan mengembangkan model matematika untuk melihat golongan orangutan yang mampu memonopoli betina.
Lewat riset, Pradhan menemukan bahwa orangutan yang menunda pubertas mampu mengontrol betina lebih baik. Golongan ini bisa mempertahankan betina dari pejantan lain.
Pejantan yang menunda pubertas bertujuan membangun kekuatan fisik untuk melawan pejanta-pejantan lain.
Bagaimana orangutan Sumatera mampu menunda pubertas masih misteri. Namun, ilmuwan mengetahui bahwa penundaan pubertas diketahui bisa mengakibatkan kematian lebih awal.
