Selasa, 9 Juni 2026

Para Pimpinan Dayah Datangi DPRK Aceh Tengah

Para pimpinan dayah atau pesantren di Kabupaten Aceh Tengah, Senin (21/5) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat

Tayang:
Editor: bakri
TAKENGON - Para pimpinan dayah atau pesantren di Kabupaten Aceh Tengah, Senin (21/5) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK). Mereka ingin menyampaikan beberapa persoalan terkait dengan nasib dayah yang belum mendapat perhatian penuh dari pemerintah.

“Kedatangan kami untuk bersilaturrahmi dengan anggota dewan, sekaligus beberapa persoalan, khususnya perhatian pemerintah kabupaten terhadap pesantren masih kurang,” kata Pengurus Pesantren Alhuda, Jagong Kecamatan Jagong Jeged, Kamaruddin Senin (21/5) di gedung DPRK.

Dia menilai, Pemkab Aceh Tengah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari pihak dewan, sehingga perlu disinkronkan antara dewan dan pemerintah. Bila pemerintah punya keingina kuat untuk membantu dayah tetapi tidak ada dukungan dari dewan sehingga akan sia-sia..

Kamaruddin menjelaskan Provinsi Aceh, khusunya Kabupaten Aceh Tengah, merupakan daerah yang sangat kental dengan keagamaan, namun sentuhan terhadap pesantren masih sangat kurang dibandingkan dengan lembaga pendidikan formal yang ada.

Ditambahkan, melalui pertemuan ini, diharapkan ditemukan titik terang untuk pesantren-pesantren. Selama ini, untuk biaya operasional pesantren diambil dari iuran santri. “Ya mudah-mudahan titik terang untuk pesantren bukan hanya sekedar harapan tetapi bisa menjadi kenyataan. Untuk itu, kami sangat berkeinginan pihak dewan ini bisa membantu,” kata Kamaruddin.       

Hal senada disampaikan pimpinan ponpes Miftahul Fallah dari Atu Lintang, Saiful. “Masih banyak kekurangan di pesantren-pesantren, tetapi kenapa terkesan pesantren seperti tidak mau diperhatikan,” ujar Saiful

Sementara, para pimpinan pesantren ini diterima anggota Komisi D DPRK Aceh Tengah, diantaranya Sirajuddin, Bardan Sahidi dan Arlina. Dalam pertemuan itu, sejumlah pimpinan pesantren melepaskan keluh kesah mereka terkait kondisi dayah-dayah yang ada di daerah itu. “Ada empat kesimpulan yang diambil dalam pertemuan dengan para pimpinan dayah,” kata Anggota Komisi D Bardan Sahidi, kepada Serambi.

Disebutkan, perumusan pembentukan badan dayah/pesantren di Kabupaten Aceh Tengah. Mengupayakan dukungan pembiayaan untuk operasional termasuk penayah untuk pengajar di dayah-dayah dan akan dilakukan pertemuan berkala antara dewan dan pimpinan dayah. Terakhir menegaskan kembali perhatian pemerintah kabupaten terhadap dayah-dayah.(c35)  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved