Sepanjang Perjalanan ke Medan, Reza Stabil
KONDISI Muhammad Reza Fahlevi (4), bocah yang tertembak peluru pistol milik ayahnya yang menjalani perawatan lanjutan di RS Columbia
Korban tiba di RS Columbia Asia sekira pukul 20.25 WIB dengan mobil ambulance RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe BL 121 RS. Di dalam mobil itu terdapat kedua orang tua, kakek, dan seorang perawat pendamping. Tubuh korban yang lemah langsung dibawa ke ruangan UGD dan ditangani RMO on Duty (dokter jaga), dr Shivalinggam MMC.
Menurut perawat RSUD Cut Meutia, Ahmad Zaman Huri, korban sempat mengalami pendarahan hebat hingga kehilangan satu kantung darah berkisar 200 cc. Namun secara umum kondisi korban cukup stabil dan sadarkan diri.
“Tidak ada tanda-tanda kritis, sepanjang perjalanan dia sadar,” kata Zaman. Bahkan dalam perjalanan panjang itu, korban mampu berkomunikasi, meski suaranya terdengar tidak jelas. Kondisi lemah justru diperlihatkan kedua orangtua, dan kakek korban yang terlihat menangis saat mendampingi korban. Bahkan, sang ayah, Juliadi yang mengenakan kaos kuning terlihat gemetar saat menyaksikan anaknya ditangani tim medis.
Menurut Zaman, peluru yang terlepas dari senjata api ayahnya mengenai pipi kanan di atas bibir hingga menembus tulang pipi di bawah mata. Rujukan ke Medan itu terpaksa dilakukan karena persediaan alat kesehatan di RSUD Cut Meutia, seperti scanning tidak tersedia. Selain itu, keluarga korban juga mendesak agar perobatan itu dialihkan ke Medan agar bisa cepat dilakukan operasi. “Tidak mungkin dilakukan operasi di Lhokseumawe, alat-alatnya sangat minim,” tukasnya.
Korban sendiri terlihat hanya dirawat sekira satu jam di ruangan UGD RS Columbia Asia. Sekira pukul 21.50 WIB, tim medis memindahkan korban ke ruangan rawat inap. “Alhamdulillah, kondisinya semakin stabil,” ujar Zaman.(rahmad wiguna)