Warga Maheng Operasikan Ketel Penyuling Nilam
Warga Maheng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Senin (21/5), mulai mengoperasikan ketel penyuling nilam bantuan Yayasan
Keuchik Maheng, Ibrahim mengatakan, masyarakat di gampong tersebut sudah banyak yang menjadi petani nilam. Namun selama ini, pengolahan menjadi minyak nilam dilakukan dengan alat penyulingan tradisional. “Dengan ketel yang lebih modern ini, minyak yang dihasilkan lebih banyak dari ketel tradisional,” ujarnya, usai peusijuek ketel nilam tersebut, kemarin.
Staf Disperindag Aceh, Saiful menambahkan, ketel penyuling tradisional yang selama ini digunakan petani nilam di Maheng berupa ketel yang terbuat dari drum. Sementara pengambilan minyak dilakukan dengan cara memasak.
“Namun dengan ketel modern, minyak disuling dengan cara diuapkan, menggunakan ketel berbahan stainlessteel. Sehingga kualitas minyak yang dihasilkan lebih bagus dan lebih banyak. Sebelumnya, 30 Kg nilam hanya menghasilkan 7 sampai 8 ons. Tapi dengan ketel modern ini, 30 Kg nilam bisa menghasilkan 1,2 Kg minyak,” jelasnya.
Ketua Bidang Sosial dan Keagamaan Yayasan Sambinoe, Fauziah mengungkapkan, pihaknya memfasilitasi pengajuan permohonan ketel penyuling kepada Disperindag Aceh, pada tahun 2011 namun baru dapat diberikan saat ini. “Dengan adanya ketel penyuling baru yang lebih modern ini, diharapkan dapat mendukung program pengembangan industri minyak nilam di gampong tersebut,” katanya.(th)