Banjir Kepung Lintas Barat
Banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di lintas barat Aceh, mulai Aceh Besar hingga Aceh Jaya, Selasa (22/5)
Di Kecamatan Lhoong, selain air bah yang turun dari gunung juga terjadi banjir genangan akibat hujan deras sejak Senin (21/5) malam hingga Selasa pagi.
Laporan yang diterima Serambi dari relawan RAPI Kota Banda Aceh, M Firmansyah (JZ01BPM), setidaknya ada dua titik penyebab banjir bandang di Kecamatan Lhoong, yaitu terjangan air dari gunung (gle) Geunteut dan gunung (gle) Lamsujen.
Air yang turun dari Gle Geunteut tak mampu dibendung oleh Krueng Mak (Lueng Ie) sehingga meluap dan merendam desa-desa dalam Kemukiman Blang Mee seperti meunasah Lamkuta Blang Mee, Baroh Blang Mee, Teungoh Blang Mee, areal persawahan Blang Mee sampai Umong Seuribee dan Lamjuhang.
Titik lainnya penyebab banjir bandang, menurut Firman adalah air yang turun dari Gle Lamsujen yang tak mampu ditampung oleh Krueng Lhoong yang menyebabkan terendamnya kawasan Lamjuhang, Lamgriheu, dan Lamlhoong. Sedangkan kawasan Blang Mee, selain dampak banjir bandang juga banjir genangan.
Tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang maupun banjir genangan yang melanda desa-desa di Kecamatan Lhoong. Namun berdasarkan laporan sementara, areal kedelai warga di Desa Teungoh Blang Mee, di antaranya milik H Sofyan (60) dan Agus Irawan terendam.
Di Desa Lamjuhang, tanaman semangka yang sudah siap panen, di antaranya milik M Yunus juga terendam. Sementara di Desa Lamgriheu, banjir sempat merendam kompleks SMK Grafika Lhoong setinggi 1 meter. Ratusan siswa di asrama sekolah tersebut diungsikan ke lokasi aman. Kompleks kantor camat Lhoong juga sempat terendam setinggi tumit orang dewasa. “Pada Selasa sore air sudah surut tetapi menyisakan endapan lumpur. Mendung tebal masih menggayuti langit Lhoong sehingga masyarakat tetap siaga,” lapor Firman mengutip laporan dari relawan di lapangan, termasuk dari tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Aceh Besar yang sudah turun langsung ke lokasi bencana.
Wartawan Serambi yang turun ke Kecamatan Lhoong kemarin mendapat informasi, bibit padi di persemaian juga tersapu bersih oleh banjir bandang yang turun dari gunung pukul 06,00 WIB, Selasa (22/5). Ratusan hektare areal persawahan masih terendam hingga sore kemarin dengan ketinggian air antara 1 sampai 1,5 meter.
Aceh Jaya
Banjir bandang juga menerjang sejumlah kawasan di Kecamatan Jaya (Lamno), Kabupaten Aceh Jaya akibat hujan deras yang turun sejak pukul 03.30 WIB dini hari, Selasa (22/5). “Pada pukul 07.00 WIB banjir bandang menerjang Desa Gle Putoh, kawasan permukiman di pinggiran jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh,” kata Kepala BPBD Aceh Jaya, Amren Sayuna kepada Serambi, Selasa (22/5).
Banjir bandang yang menyapu Desa Gle Putoh disebabkan air yang turun dari Gunong Meula tidak mampu dihadang oleh saluran pembuang yang merentang dari Gle Putoh hingga ke Pasar Lamno. Akibatnya, puluhan rumah di Gle Putoh tersapu dan sempat terendam beberapa saat. Bahkan, pagar beton rumah milik Ruslan (36), warga Gle Putoh hancur dan rata dengan tanah.
Data dari BPBD Aceh Jaya, tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang yang menerjang Gle Putoh. Banjir juga merendam kompleks SMP 1 Lamno dan SD Gle Potoh sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terhenti.
Camat Jaya, Idram mengatakan, ekses banjir tidak begitu parah, meski diakuinya pagar beton rumah milik Ruslan hancur. “Kita akan usulkan ke pihak kabupaten untuk pelebaran saluran pembuangan dari Gle Putoh ke Pasar Lamno sehingga bisa menampung air yang turun dari gunung,” kata Idram.
Anggota Pemuda Lamno Daya (PLD), Ipen Ld juga mengharapkan keseriusan pemerintah menata lingkungan di Kecamatan Jaya, termasuk Pasar Lamno, termasuk sistem penanggulangan banjir sehingga musibah serupa tidak terus terulang.(c45/nas/her)