87 Ton Padi Hangus Terbakar
Kamis, 24 Mei 2012 14:15 WIB
Berita Terkait
- Korban Kebakaran di Rantau Tagih Janji Pemkab
- Kakak Beradik Tewas Terbakar
- Gudang Belakang Makodim Aceh Utara Terbakar
- Kantin Sekolah Muhamadyah Langsa Terbakar
- Rumah Janda Rohani Terbakar
- Ditinggal Kosong, Rumah Terbakar
- Lima Kios dan Gudang Grosir Terbakar
- Bengkel dan Belasan Sepmor Hangus Terbakar
- 9 Ruko di Pasie Raja Ludes Dilalap Api
- Mobil Pengangkut BBM Terbakar
* Di Kilang Padi Cureh, Indrapuri
JANTHO - Satu unit kilang padi semi permanen milik Abdul Jalil, di Gampong Cureh, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, hangus terbakar bersama satu unit mesin penggiling dan 87 ton padi yang terdapat di dalamnya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi Rabu (23/5) pukul 19.15 WIB itu. Namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
Keuchik Cureh, Miswar kepada Serambi mengungkapkan, penyebab kebakaran diperkirakan berasal dari korsleting listrik. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Penyebabnya diperkirakan karena korsleting listrik. Sebab sebelumnya, listrik di kilang padi itu tiba-tiba padam, dan lima menit kemudian muncul api yang langsung merambat ke seluruh bangunan,” kata Miswar tadi malam, mengutip keterangan sejumlah saksi mata.
Beberapa warga yang melihat api mulai membesar, langsung berupaya memadamkan api. Namun, api terus saja berkobar. Sementara, dua unit armada pemadam kebakaran datang beberapa jam kemudian dari posnya di Sibreh.
Armada pemadam kebakaran tiba di lokasi saat api telah melumat bangunan dan seluruh isinya. Untungnya, sekitar 10 Ton padi yang berada di luar bangunan kilang, masih dapat diselamatkan.
Miswar juga mengatakan, kebakaran itu tidak sampai meluas, karena lokasi kilang padi milik warganya itu cukup jauh dari permukiman penduduk. “Letak kilang padi itu agak terasing, sehingga api tidak sampai menjalar ke bangunan lain,” tambahnya.(th/mir)
JANTHO - Satu unit kilang padi semi permanen milik Abdul Jalil, di Gampong Cureh, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, hangus terbakar bersama satu unit mesin penggiling dan 87 ton padi yang terdapat di dalamnya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi Rabu (23/5) pukul 19.15 WIB itu. Namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
Keuchik Cureh, Miswar kepada Serambi mengungkapkan, penyebab kebakaran diperkirakan berasal dari korsleting listrik. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Penyebabnya diperkirakan karena korsleting listrik. Sebab sebelumnya, listrik di kilang padi itu tiba-tiba padam, dan lima menit kemudian muncul api yang langsung merambat ke seluruh bangunan,” kata Miswar tadi malam, mengutip keterangan sejumlah saksi mata.
Beberapa warga yang melihat api mulai membesar, langsung berupaya memadamkan api. Namun, api terus saja berkobar. Sementara, dua unit armada pemadam kebakaran datang beberapa jam kemudian dari posnya di Sibreh.
Armada pemadam kebakaran tiba di lokasi saat api telah melumat bangunan dan seluruh isinya. Untungnya, sekitar 10 Ton padi yang berada di luar bangunan kilang, masih dapat diselamatkan.
Miswar juga mengatakan, kebakaran itu tidak sampai meluas, karena lokasi kilang padi milik warganya itu cukup jauh dari permukiman penduduk. “Letak kilang padi itu agak terasing, sehingga api tidak sampai menjalar ke bangunan lain,” tambahnya.(th/mir)
Editor : bakri
