A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Siswa SMU Dikeroyok Hingga Tewas - Serambi Indonesia
Sabtu, 22 November 2014
Serambi Indonesia

Siswa SMU Dikeroyok Hingga Tewas

Jumat, 25 Mei 2012 21:39 WIB

SERAMBINEWS.COM, ATAMBUA - BS (19), pelajar kelas III Sekolah Menengah Umum Katolik (SMUK) Do Santus Halididi, Desa Hanibasan, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, tewas setelah dikeroyok puluhan orang.


Jenazahnya ditemukan di Sungai Motabeles, Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Kabupaten Belu, Rabu (23/5/2012) lalu.


Mayatnya baru ditemukan oleh pihak keluarganya, Kamis (24/5/2012) pagi sekital pukul 09.00 WITA dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.


Aksi pengeroyokan tersebut dipicu saat korban yang juga adalah warga Desa Lakulo itu memukul YB yang juga adalah temannya sendiri.


Tidak puas karena dipukuli, YB kemudian pulang ke rumah dan memanggil keluarganya sehingga berujung pada aksi pengeroyokan.


Kapolsek Weliman, Inspektur Dua, Kahar A. Wahab, Jumat (25/5/2012), mengatakan, korban dikenal di kampungnya sebagai anak yang nakal dan sering berulah dengan masyarakat, bahkan gurunya sendiri pernah jadi korban pemukulannya.


"Korban ini juga buronan kita. Dia selalu membuat keonaran di wilayah kita, jadi diduga kemungkinan ada dendam beberapa warga," jelas Wahab.


Wahab menambahkan, sampai saat ini belum satupun pelaku yang ditahan karena pihak Reskrim dari Polres Belu, baru saja tiba ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sore tadi.


Namun, berdasarkan hasil penyelidikan sudah ada titik terang sehingga diharapkan dalam waktu dekat ini bisa diselesaikan dan pelakunya segera ditangkap.


Sementara itu salah seorang keluarga korban, Petrus Seran mengaku sangat kecewa dan sakit hati atas insiden itu, sehingga dia berharap polisi harus segera menahan pelaku, karena kasusnya jelas.


"Kami minta aparat yang berwenang dalam hal ini polisi untuk segera menangkap pelaku, kemudian diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Seran.
Editor: Boyozamy
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas