Selasa, 9 Juni 2026

Api Musnahkan Dua Rumah

Tak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun semua harta benda ikut terbakar jadi abu

Tayang:
Editor: hasyim
* Pemilik Pingsan, Mobil Bupati Jadi Ambulans

MEUREUDU - Dua unit rumah berkonstruksi semi permanen dalam bentuk kopel (bersebelahan), di Desa Meuraksa Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Jumat (25/5) petang musnah terbakar. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun semua harta benda ikut terbakar jadi abu.

Kedua rumah itu ditempati masing masing oleh Muhammad (52) bersama istrinya Murniati (50) dan anaknya Nurlaila, satu rumah lagi ditempati Riswani bersuamikan Jakfar (kini sudah almarhum) serta Muhammad Iskandar bersama istrinya (kini di Jakarta). Ketika musibah itu terjadi, kedua rumah praktis kosong penghuni, kecuali hanya Nurlaila.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, musibah yang menimpa warga Desa Meuraksa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Dari salah seorang warga sekitar yang kebetulan sempat melihat persis kejadian tersebut mengatakan, asap tebal mulanya terlihat dari salah satu kamar yang letaknya bersebelahan dengan dapur.

Dalam sekejap saja ia melihat kobaran api terus menjalar disertai gumpalan asap tebal hingga membubung tinggi ke udara. Sejumlah warga sekitar bersama pelintas langsung memberi pertolongan dengan menyirami kedua rumah dimaksud. Api yang terus membesar membuat mereka tak berdaya. Untung saja sekitar sepuluh menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.

Dalam waktu bersamaan ratusan warga dari sejumlah desa di Meureudu dan Meurahdua berhamburan ke lokasi kebakaran. Ramainya masyarakat kesana termasuk bupati karena mereka melihat dari kejauhan (radius tiga kilometer) gumpalan asap tebal/pekat membumbung ke udara. Dalam tempo kurang lebih satu jam ke dua rumah semi permanen yang kondisinya sudah agak uzur musnah di lalap si jago merah.  

Puluhan warga terutama para pemuda termasuk beberapa personil TNI juga Bupati Pijay, M Gade Salam tampak ikut berjibaku menjinakkan api yang terus berkobar. Selain kedua rumah yang menjadi korban, mereka juga berusaha menyelamatkan dua rumah lainnya yang letaknya bersebelahan. Akhirnya kobaran api berhasil dilokalisir, hinga tak menjalar ke rumah lain.

 Pingsan

Salah seorang pemilik rumah yaitu Muhammad yang juga Kepsek SMPN 3 Meureudu dan istrinya Murniati Kepsek SD Muhammadiyah Meureudu, tiba di rumah ketika api telah meluluh lantakkan semua bagian rumahnya. Melihat huniannya ludes terbakar, Muhammad tampak lemah lunglai tak berdaya, sementara Murniati langsung pingsan dan terpaksa harus dibopong sejumlah kaum ibu.

Dengan menggunakan mobil dinas bupati ber-nopol BL 1 O, keduanya langsung dilarikan ke pendopo untuk selanjutnya didatangi petugas medis. Keuchik Meuraksa, Ruslan Syafari tadi malam menyebutkan, pihaknya bersama warga mengaku prihatin dan ikut belangsungkawa atas musibah tersebut. Nada sama juga dilontarkan Bustami Idris (abang kandung Murniati). “Kami prihatin atas musibah itu dan berharap korban tabah dalam menghadapinya,” kata Bustami.(ag)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved