PLN Kucurkan Rp 6 Miliar ke Subulussalam
Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada tahun ini telah mengalokasikan dana Rp 6 miliar untuk pembiayaan ketersediaan listrik
Ditanyai masih adanya lima desa di Subulussalam yang belum terjangkau aliran listrik, Sulaiman mengaku pihaknya berusaha untuk membangun jaringan ke sana. Untuk itu, kada Sulaiman, pada 2012 pihaknya mengucurkan dana senilai Rp 6 miliar khusus untuk pelayanan kelistrikan di Kota Subulussalam.
Namun diakui, dana tersebut belum mampu menuntaskan pembangunan listrik ke semua desa di sana. Pasalnya, pembangunan jaringan membutuhkan biaya yang cukup besar. “Tahun ini kita sudah mengalokasikan dana enam miliar khusus untuk Subulussalam tapi ini belum cukup,” kata Sulaiman.
Untuk pemenuhan listrik di daerah terpencil ini, Sulaiman berharap adanya partisipasi dari Pemko Subulussalam dengan mengalokasikan dana terhadap pembangunan jaringan listrik. Sehingga pembangunan listrik tidak hanya tertumpu dari APBN mengingat banyaknya daerah yang harus dibagi.
Terakhir, Sulaiman mengatakan mulai tahun ini pihaknya akan segera membangun Gardu Induk (GI) di Kecamatan Penanggalan. Diharapkan, pembangunan GI di Subulussalam tidak mendapat kendala apapun sehingga dapat dituntaskan secara cepat.
Sebelumnya, Wali Kota Subulussalam Merah Sakti saat meresmikan pemakaian kantor PLN Area Subulussalam mengatakan, hingga kini masih ada lima desa yang belum dapat menikmati penerangan. Padahal, kata Sakti, Indonesia sudah merdeka sejak 66 tahun silam. Sakti pun mengaku sangat miris ketika beberapa warga dari desa terpencil menanyakan kapan mereka dapat menikmati penerangan listrik.
“Bayangkan pak GM (General Manager PLN, Sulaiman Daud-red), sampai sekarang masih ada warga yang menggunakan lampu teplok dan obor sebagai penerangan, makanya di sini saya berharap ini mendapat perhatian serius dari PLN sehingga dalam waktu dekat, desa-desa tersebut segera dibangun jaringan listrik,” kata Wali Kota Sakti.(kh)