Rekor Buruk Herkis
Skuad Persiraja tersingkir dari Piala Indonesia 2012 seusai dibungkam tuan rumah PSMS Medan, 0-2, dalam pertandingan leg kedua
MEDAN - Skuad Persiraja tersingkir dari Piala Indonesia 2012 seusai dibungkam tuan rumah PSMS Medan, 0-2, dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar di Stadion Teladan, petang kemarin. Padahal, Lantak Laju hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke perempatfinal.
Dari dua pertemuan di ajang ini, pasukan Herry Kiswanto kalah dalam agregat gol 3-4. Karena, pada partai pertama di Stadion H Dimurtala Lampineung, Rabu (9/5) sore, Persiraja hanya menang tipis 3-2. Alih-alih bermain seri, ternyata bonden Kutaraja ini harus terkapar.
Kekalahan di Stadion Teladan, Medan, ini menambah daftar rekor buruk untuk arsitek asal Bandung, Herry Kiswanto. Ya, dalam tiga musim menjadi juru latih Persiraja, ternyata Herkis gagal memberi kemenangan buat Persiraja ketika bertanding di Stadion Teladan, Medan. Dari empat partai dilakoni bersama Lantak Laju, Herkis tak pernah menang sekali pun saat tampil di Stadion Teladan.
Pada musim 2008-2009, mantan kapten timnas era 90-an tersebut, tak bisa mempersembahkan kemenangan bagi Persiraja. Dalam perlagaan di Stadion Teladan, Persiraja takluk 0-1 lewat gol Rahmat Affandi. Di laga leg kedua Copa Indonesia itu, Persiraja kembali menyerah saat main di Lampineung. Saat itu, kubu Persiraja tumbang 1-2 lewat gol cepat Rahmat Affandi dan Oktavianus Maniani. Sementara gol balasan datang dari sundulan Didi Firmanysah.
Kegagalan kembali menghampiri mantan pemain bawah Pardedetex Medan itu. Pada musim 2010-2011, Herkis lagi-lagi belum mampu menaklukan Teladan. Dalam laga di penghujung divisi utama musim lalu, Farizal Dillah dkk dipukul tim PSMS, 0-2. Laga itupun berakhir dengan aksi penyerangan terhadap pemain Persiraja saat ingin kembali ke hotel.
Teladan sepertinya masih menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk seorang Herkis. Ya, musim ini, dalam dua pertarungan baik di ajang IPL dan Piala Indonesia, Herkis masih belum berhasil memberi hasil positif. Di kompetisi IPL, Persiraja tersandung 0-1. Teranyar sore kemarin, Laskar Rencong tamat di Piala Indonesia usai dihajar 2-0.
Beruntung, Herkis masih bisa tersenyum lebar saat timnya berjumpa Ayam Kinantan --julukan PSMS-- di Banda Aceh. Catatan Serambi, dari empat partai kandang, Persiraja bisa menang tiga kali dan satu kali kalah. Pada musim ini, Persiraja mampu menyikat PSMS dengan skor 2-0 dan 3-2.
Keasyikan menyerang
Dalam pertandingan di Teladan kemarin, Persiraja yang menerapkan gaya permainan menyerang, mampu memenangi penguasaan bola. Pada menit awal, duet penyerang Fahrizal Dillah dan Murilo R De Almeida sudah berhasil merepotkan pertahanan PSMS.
Namun, karena keasyikan menyerang untuk mencuri gol, anak-asuh Heri Kiswanto lengah dalam mengantisipasi serangan balik. Kecerobohan itu harus dibayar mahal setelah sebuah serangan balik tuan rumah harus dihentikan dengan kasar oleh barisan pertahanan Persiraja. Berawal dari tendangan bebas, bola langsung disambut Vagner Luis hingga merubah skor 1-0.
Gol cepat di menit ketiga itu langsung mengganggu konsentrasi Persiraja untuk meraih hasil imbang demi melangkah ke babak 8 besar. Meski tetap mampu menguasai pertandingan, beban harus menyeimbangkan skor membuat sejumlah peluang emas yang didapat harus terbuang sia-sia. Puncaknya, PSMS menggandakan keunggulan melalui Jeky Pasarella di menit 87.
Asisten pelatih Persiraja, Sulaiman mengakui kekalahan timnya disebabkan lemahnya finishing touch. Ia tak memungkiri kalau gol cepat Vagner mengganggu konsentrasi pemainnya untuk mencuri gol. “Banyak pemain kami cedera, tapi inilah sepakbola,” tukasnya.
Menariknya, kubu PSMS justru sama sekali tak menduga mampu menumbangkan Persiraja dengan keunggulan defisit dua gol. Pelatih PSMS, Fabio Lopez menyebut penampilan timnya sangat buruk, sehingga kedua gol yang tercipta hanya keberuntungan. “Kami beruntung, tak menyangka bisa buat dua gol dengan permainan jelek,” ujarnya singkat.(rw)
susunan pemain
PSMS Medan - Decky Ardian, Syarif Julianda, Vagner Luis (c), Goran Ganchev, Heri Suwondo, Syafrudin Tahar, Kiki Lussisanto, Andre Abu Bakar, Rinaldo, Julio Cesar, Jacky Pasarela
Persiraja - Zulbahra, Andria, Irwanto (c), Yusrizal, Gilang Angga Kusuma, Defri Rizki, M Nasir, Herisman, Muklis Nakata, Fahrizal Dillah, Murilo Almeida