Atap Dayah Darul Ulum Rusak Ditiup Angin
Akibatnya, ruang belajar santri perempuan tak bisa digunakan lagi jika hujan
Hazairin, santri dayah itu menceritakan saat kejadian mereka yang tidur di pondok-pondok pesantren dimaksud terbangun karena kuatnya suara seng terlipat akibat angin kencang. “Terlipatnya hampir serentak kira-kira 10 meter ini,” kata Hazairin kepada Serambi kemarin.
Menurutnya, atap yang rusak itu persis di ruang pengajian santri perempuan. Para santri itu biasanya memanfaatkan ruang tersebut pada malam hari. Sedangkan jika bulan puasa, juga digunakan santri perempuan untuk ruang khalut.
Kemarin, amatan Serambi atap di lantai dua itu sudah terbuka. Namun, belum kelihatan dampak pada aktivitas santri di dayah salafiah itu. Pasalnya, mereka menggunakan ruang dimaksud pada malam hari. Sedangkan pada siang hari, umumnya santri kuliah di berbagai kampus di Banda Aceh.(sal)