Jumat, 29 Mei 2015

Damai Mimpi

Minggu, 3 Juni 2012 08:34

Karya Teuku Kemal Fasya

ketika aku datang dengan tenang
dan Kau menghardik dengan pedangmu
aku diam

ketika aku dan lainnya telah dalam barisan
dan Kau mengomel tentang ajaran doktrinalmu
suaramu pecah seperti anjing terlibas aspal
aku tetap diam

tapi ketika kami datang sepagi ini pun dengan diam
dan Kau masih menyungkurkan bayonetmu ke arah kami
hingga darah muncrat warna-warni
apakah cara lagi yang bisa membuatmu diam?

Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas