Dari Frankfurt Hingga Bremen
Minggu, 3 Juni 2012 08:35 WIB
Share |
Karya Teuku Kemal Fasya
 
Tidak ada yang kebih menyedihkan
ketika pena patah oleh dusta
keberanian lungkrah oleh pujian
kecerdasan hanya karbon ijazah
tertawa dan tersenyum tanpa cermat
cendia kata.
 
uang sekolahmu samudera derita rakyat
perjalananmu ingus anak sekarat
nilai-nilaimu tangis janda melarat
dan kau menikmati tanpa pernah bertobat
kepada jiwa-jiwa yang melambat
di kubur tanah pasir
di seluruh jazirah keramat.
 
Kami harapkan sedikit saja kepandaianmu
menyapa kami
sebelum angin dan doa
berpendar hingga kuala
sebelum buruh dan petani
menancapkan linggis dan cangkul
tepat di ceruk jakun manja
anak durhaka
 

Editor : bakri