Rabu, 27 Mei 2015

Buku Hasan Tiro Dialihbahasakan

Selasa, 5 Juni 2012 10:21

Buku Hasan Tiro Dialihbahasakan

Begitulah antara lain penggalan kalimat pada bagian kata pengantar buku “Aceh di Mata Dunia” yang ditulis Teungku Hasan Muhammad di Tiro, tokoh kunci Gerakan Aceh Merdeka yang meninggal pada 3 Juni 2010. Kini, karya fenomenal Hasan Tiro kembali diangkat ke permukaan untuk mengenang kembali jejak dan pemikiran briliannya dalam sejarah pergolakan politik di Aceh.

Di antara banyak buku yang ditulis Hasan Tiro, “Aceh di Mata Dunia” adalah salah satu karya yang masih sedikit diketahui orang, karena ditulis sang proklamator GAM itu dalam bahasa Aceh dengan judul; Aceh Bak Mata Donya.

Baru kali ini buku yang ditulis tahun 1968 itu mulai dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Aceh di Mata Dunia”.

“Proses penerjemahannya sekarang masih berlangsung, untuk bagian kata pengantar sudah siap. Rencananya juga akan diterjemahkan ke  dalam bahasa Inggris,” kata penerjemah buku itu, Haekal Afifa kepada Serambi, Senin (4/6).

Pada Senin kemarin, sejumlah akademisi dan politisi membedah buku Aceh di Mata Dunia (edisi Indonesia) ini dalam sebuah diskusi. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry, The Atjeh Ethnic Institute, dan Bandar Publishing.

Ada sejumlah nara sumber yang hadir mengulasnya, seperti penulis dan pengamat sejarah Aceh M Adli Abdullah, Dosen Fakultas Dakwah Baharuddin AR, dan anggota DPRA Adnan Beuransah. Acara itu dimediatori Mukhlisudin Ilyas.

Buku “Aceh Bak Mata Donya”, selain melukiskan sejarah panjang Aceh, kejayaan Aceh pada abad ke-17, juga mengupas keheroikan pejuangannya dalam peperangan melawan Belanda tahun 1873 sampai 1937. Gambaran ini seperti ditulis Hasan Tiro pada salah satu bagian bab kata pengantar buku tersebut.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas