Senin, 22 Desember 2014
Serambi Indonesia

DPRK: Ada Indikasi Suap Dalam Penerimaan Honorer

Jumat, 8 Juni 2012 09:05 WIB

TAPAKTUAN – Menindaklanjuti hasil temuan panitia khusus (Pansus) DPRK Aceh Selatan terkait indikasi adanya honorer Siluman pada rekreutmen CPNS melalui formasi honorer Katagori 1 (K1), tim Pansus DPRK Aceh selatan bersama eksekutif, Kamis (7/6) menggelar rapat koordinasi di Gedung DPRK Aceh Selatan yang dihadiri Asisiten III Setdakab Drs Syamsulijar dan Kepala BKPP Said Junaidi SH.

Anggota Tim Pansus DPRK Aceh Selatan, T Mudasir, usai rapat koordinasi antara eksekutif dan legislatif itu kepada Serambi Kamis (7/6) mengatakan, berdasarkan hasil Pansus DPRK ditemukan indikasi adanya suap untuk meloloskan honorer siluman dalam paket rekruitmen Honorer Katagori 1 di Kabupaten Aceh Selatan.

“Rapat ini menindaklanjuti hasil pelaksanaan verifikasi tenaga honorer K1 dan K2. Hasil rekomendasi Pansus yang disampaikan dalam rapat koordinasi, disepakati hasil Pansus ini akan kita sampaikan pada rapat koordinasi mendatang,” papar T Mudasir sembari mengatakan rapat koordinasi dimaksudkan supaya pihak eksekutif bisa terus bekerja.

Dalam kesempatan itu, legislator Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan untuk tidak melibatkan tim lama dalam tim verifikasi yang akan di bentuk nanti, hal itu dimaksudkan guna mencegah terjadinya kecurangan dalam proses verifikasi dan validasi data tenaga honorer dimaksud. “Kita berharap kepada eksekutif untuk tidak memasukkan tim lama dalam daftar tim yang akan dibentuk nanti,” pintanya sembari berharap supaya Sekda Aceh Selatan melaporkan setiap perkembangan tersebut kepada masyarakat melalui media massa.
Seperti diberitakan sebelumnya, kalangan anggota DPRK Aceh Selatan, Pemuda Aceh Selatan (PAS) yang merupakan bagian dari lembaga independen Pemuda Aceh Selatan di Banda Aceh dan Sodaritas Masyarakat Anti Korupsi (SOMASI) wilayah Aceh Selatan meminta pihak berwajib untuk segera mengusut kasus dugaan tenaga honorer fiktif alias honorer siluman di kabupaten tersebut. Mereka juga meminta pihak berwajib menindak tegas oknum calo yang terindikasi bermain dan menerima suap dari para tenaga honorer dimaksud. (tz)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas