Baru Setahun Dibangun, Jalan Desa Ie Mirah Rusak
Sabtu, 9 Juni 2012 12:44 WIB
Berita Terkait
- Pembangunan Jalan Lintas Tengah Dimulai Tahun Ini
- BMCK belum Serahkan Proyek Jalan ke Bupati
- Tim Evakuasi Terjebak Ombak Besar
- Pencarian Zulkarnain Terus Berlanjut
- PSBL Unggul Sementara 1-0 atas Lampung FC
- Babak I, PSBL dan Lampung FC Tanpa Gol
- Pelayaran ke Simeulue Kembali Lancar
- Lintas Bulu Hadek-Luan Balu, Simeulue Longsor
- Lintasan Galus-Abdya Putus
- Longsor, Lintas Bulu Hadek - Luan Balu Tak Bisa Dilalui…
TAPAKTUAN – Baru setahun dibangun, jalan Desa Ie Mirah, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan sudah terlihat rusak berat. Di beberapa titik ruas jalan tersebut mulai terlihat berlubang. Ironisnya lagi, akibat kondisi tersebut sudah ada warga yang mengalami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) ketika berusaha menghindari lubang menganga di badan jalan dimaksud.
Jika kondisi kerusakan itu terus dibiarkan, dikhawatirkan keberadaan jalan yang sudah menelan dana sebesar Rp 1,9 miliar itu akan sia-saia, karena tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat.
Sudirman (34), salah seorang warga setempat kepada Serambi saat meninjau kondisi kerusakan badan jalan tersebut, Jumat (8/6) mengatakan, kualitas infrastrutur jalan itu sangat rendah. Hal itu terlihat dari kondisi badan jalan baru beberapa bulan selesai dibangun kondisinya sudah terlihat terkelupas dan berlubang.
“Memang untuk menilai rendahnya kualitas pengerjaan suatu pembangunan tersebut secara teknis yang lebih mengetahuinya adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU), namun demikian secara kasat mata kita juga bisa melihat dan menyimpulkan bawah kualitas jalan ini cukup rendah,” kata Sudirman.
Ditambahkannya, proyek pembangunan jalan sepanjang 2 kilometer itu bersumber dari dana APBK tahun 2011 dengan pagu anggaran sebesar Rp 1, 9 miliar. Namun sayangnya baru setahun kondisi badan jalan tersebut sudah rusak dan mulai sulit dilintasi kendaraan roda dua, karena titik lubang umumnya berada di daerah bengkolan yang menurutnya sangat rawan terjadinya kecelakaan.
“Masyarakat berharap kontraktornya mau bertanggunjawab. Apalagi ini masih dalam proses pemeliharaan,” kata Sudirman dengan nada kecewa.
Sudirman yang juga anggota KPA setempat berharap ke depan para kontraktor di Aceh Selatan benar-benar menjaga kualiatas hasil pekerjaannya. Sehingga uang daerah yang sudah dikucurkan untuk proyek tersebut tidak sia-sia dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar, karena tujuan utama dari pembangunan itu adalah terwujudnya kemakmuran rakyat.
“Yang anehnya, kenapa waktu pelaksanaan tim pengawas dan konsultan tidak menegur dan terkesan seperti membiarkan saja, apakah mereka tidak mengontrolnya?,” pungkasnya.(tz)
* tanggapan dinas pu
Sedang Rapat DPRK
KEPALA Dinas PU Aceh Selatan, Ir T Bahrumsyah, yang dikonfirmasi Serambi terkait persoalan itu mengaku belum bisa menjawabnya karena pada saat dihubungi yang bersangkutan mengaku sedang mengikuti rapat di DPRK Aceh Selatan. “Jangan dimuat dulu beritanya, nanti akan saya sampaikan supaya diperbaiki kembali,” paparnya singkat.(tz)
Jika kondisi kerusakan itu terus dibiarkan, dikhawatirkan keberadaan jalan yang sudah menelan dana sebesar Rp 1,9 miliar itu akan sia-saia, karena tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat.
Sudirman (34), salah seorang warga setempat kepada Serambi saat meninjau kondisi kerusakan badan jalan tersebut, Jumat (8/6) mengatakan, kualitas infrastrutur jalan itu sangat rendah. Hal itu terlihat dari kondisi badan jalan baru beberapa bulan selesai dibangun kondisinya sudah terlihat terkelupas dan berlubang.
“Memang untuk menilai rendahnya kualitas pengerjaan suatu pembangunan tersebut secara teknis yang lebih mengetahuinya adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU), namun demikian secara kasat mata kita juga bisa melihat dan menyimpulkan bawah kualitas jalan ini cukup rendah,” kata Sudirman.
Ditambahkannya, proyek pembangunan jalan sepanjang 2 kilometer itu bersumber dari dana APBK tahun 2011 dengan pagu anggaran sebesar Rp 1, 9 miliar. Namun sayangnya baru setahun kondisi badan jalan tersebut sudah rusak dan mulai sulit dilintasi kendaraan roda dua, karena titik lubang umumnya berada di daerah bengkolan yang menurutnya sangat rawan terjadinya kecelakaan.
“Masyarakat berharap kontraktornya mau bertanggunjawab. Apalagi ini masih dalam proses pemeliharaan,” kata Sudirman dengan nada kecewa.
Sudirman yang juga anggota KPA setempat berharap ke depan para kontraktor di Aceh Selatan benar-benar menjaga kualiatas hasil pekerjaannya. Sehingga uang daerah yang sudah dikucurkan untuk proyek tersebut tidak sia-sia dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar, karena tujuan utama dari pembangunan itu adalah terwujudnya kemakmuran rakyat.
“Yang anehnya, kenapa waktu pelaksanaan tim pengawas dan konsultan tidak menegur dan terkesan seperti membiarkan saja, apakah mereka tidak mengontrolnya?,” pungkasnya.(tz)
* tanggapan dinas pu
Sedang Rapat DPRK
KEPALA Dinas PU Aceh Selatan, Ir T Bahrumsyah, yang dikonfirmasi Serambi terkait persoalan itu mengaku belum bisa menjawabnya karena pada saat dihubungi yang bersangkutan mengaku sedang mengikuti rapat di DPRK Aceh Selatan. “Jangan dimuat dulu beritanya, nanti akan saya sampaikan supaya diperbaiki kembali,” paparnya singkat.(tz)
Editor : hasyim
