Hujan Merah Guyur Sawang
Warga Dusun Pasi Tuan Ilang, Desa Sawang I, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (10/5) pagi digegerkan oleh fenomena
Sejak sekitar dua pekan terakhir, wilayah Aceh Selatan termasuk Kecamatan Sawang sedang musim hujan disertai angin yang terkadang bertiup kencang. Ada kebiasaan masyarakat--tak terkecuali masyarakat Desa Sawang--menampung air hujan untuk berbagai kebutuhan, seperti berwudhuk.
Ketika hujan mengguyur pada Sabtu malam itu, keluarga Tgk Muyus (50) dan Tgk Samdani (47) di Dusun Pasi Tuan Ilang, Desa Sawang menempatkan ember dan wadah lainnya di cucuran atap untuk menampung air hujan. Sekitar pukul 05.30 WIB, Sabtu (10/5), kedua keluarga ini kaget mendapati air tampungan berwarna merah darah.
Yang mengetahui pertama sekali air hujan warna darah itu adalah anggota keluarga Tgk Muyus ketika hendak berwudhuk untuk shalat subuh. Keluarga Tgk Muyus sempat curiga jangan-jangan kejadian itu hanya di rumah mereka karena zat-zat tertentu yang bercampur dengan air tampungan. Karenanya keluarga Tgk Muyus mencari tahu ke rumah lainnya yang juga menampung air hujan.
“Ternyata fenomena serupa juga terlihat pada air tampungan di rumah Tgk Samdani. Dalam sekejap berita itu menyebar luas hingga masyarakat berduyun-duyun menyaksikan fenomena langka tersebut,” kata Benny (28), seorang warga Sawang yang mengabadikan air berwarna merah darah itu dengan kameranya. “Pihak keluarga masih mengamankan air hujan berwarna merah itu,” lanjut Benny.
Menurut Benny, dugaan bahwa warna merah itu karena air hujan mengikis lapisan atap, dirasakan mustahil. Alasannya, hujan sudah berlangsung lama, sehingga kalaupun terjadi pengikisan seharusnya pada saat-saat awal musim hujan setelah didera kemarau panjang. “Rumah Tgk Muyus beratap genteng, sedangkan rumah Tgk Samdani beratap rumbia. Pada malam-malam sebelumnya mereka juga terbiasa menampung air hujan, tetapi air tampungan tidak berwarna merah. Ini kejadian pertama di desa ini,” kata Benny dibenarkan beberapa warga lainnya.
Meski semakin ramai warga yang datang melihat fenomena langka itu, namun hingga kemarin belum ada pihak dari jajaran pemerintahan maupun peneliti yang datang ke Desa Sawang I untuk memastikan apa yang terjadi dan memberikan penjelasan secara ilmiah kepada masyarakat.
Kapolsek Sawang, AKP Samsul Anwar yang dihubungi terpisah membenarkan adanya fenomena air hujan berwarna merah yang tertampung di dua rumah warga Dusun Pasi Tuan Ilang, Desa Desa Sawang I, Kecamatan Sawang. “Benar air hujan yang ditampung itu berwarna merah, tapi bukan hujan darah,” kata Kapolsek Sawang.(tz)

