Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Karutan Sinabang Tolak Tempati Rutan Baru

Rabu, 13 Juni 2012 09:26 WIB

Karutan Sinabang Tolak Tempati Rutan Baru
SERAMBI/SARI MULIYASNO
Rumah tahanan (rutan) Sinabang yang baru selesai dibangun kondisinya tak terawat dan dipenuhi ilalang.Foto direkam Selasa (12/6).
SINABANG - Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Sinabang, Kabupaten Simeuelue, menolak menggunakan Rutan baru yang dibangun di kawasan Suak Buluh, Kecamatan Simeulue Timur, sebagai pengganti rutan lama yang kondisinya sudah kumuh dan lapuk karena terbuat dari papan. Masalahnya, Rutan baru yang kontruksinya permanen itu dinilainya tidak layak pakai dan masih banyak terdapat kekurangan layaknya sebuah rumah tahanan.

“Kita tetap tidak mau menempati Rutan baru itu, karena dari konstruksinya saja banyak yang sudah retak, ditambah belum ada ruang tunggu besuk, pagar keliling dan sel tahanan khusus wanita,” kata Karutan Sinabang, Sofyan SH yang dikonfirmasi Serambi, Selasa (12/6).

Sebelumnya, kata Sofyan, untuk serah terima Rutan itu sudah direncanakan pada bulan Mei 2012 lalu, akan tetapi pihaknya bersikeras tidak mau menerima karena dengan alasan cukup jelas dan tidak mengada-ada. “Dalam waktu dekat ini, informasi yang saya terima akan datang lagi tim likuidasi dari provinsi, untuk meninjau langsung Rutan Sinabang,” ujarnya.

Sofyan menambahkan, selain kontruksi bangunan Rutan baru tak layak pakai, akses jalan dan sertifikat tanah bangunanpun belum siap. Sementara di Rutan lama saat ini terdapat 40 narapidana pria dan wanita.

“Untuk apa kita terima kalau nantinya bisa mengundang masalah. Sementara ini biarlah Rutan lama ini dimanfaatkan meski sudah terlihat kumuh tapi tidak ada masalah,” tukas Sofyan, seraya mengatakan sebetulnya jika Rutan baru layak pakai sangat strategis tempatnya dan memudahkan narapidana untuk berkarya karena luas lokasinya lebih empat hektare.

Sofyan juga menyebutkan keluhan Rutan Sinabang yang dipimpinnya selama ini, terkait belum tersedianya mobil ambulans meski sudah diusulkan. Selama ini, imbuhnya, bila warga binaan Rutan mengeluhkan sakit dan terpaksa harus dilarikan ke RSUD Simeulue yang berjarak sekitar satu kilometer dari Rutan, hanya mengandalkan kenderaan dinas Rutan.

“Kalau ada penghuni Rutan harus dibawa ke RSUD untuk mendapat perawatan intensif, selama  ini hanya mengadalkan kenderaan dinas saja, dan itu sangat dramatis. Karena kita masukan ke mobil kakinya berjuntai ke luar tidak bisa lurus kecuali dibengkokkan,” jelasnya.

Meski demikian, selaku pimpinan Rutan, pihaknya sudah mengupayakan pengadaan ambulans namun belum berhasil sampai kini. “Jalan terakhirnya ialah bersabar, mungkin ke depannya akan diperhatikan Rutan wilayah kepulauan ini,” demikian Sofyan.(c48)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas