A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Massa Serbu Lokasi Konkow Anak Punk - Serambi Indonesia
Minggu, 23 November 2014
Serambi Indonesia

Massa Serbu Lokasi Konkow Anak Punk

Jumat, 15 Juni 2012 09:11 WIB

Massa Serbu Lokasi Konkow Anak Punk
Prohaba/BEDU SAINI
Dua remaja yang diduga anak punk yang sedang mangkal di Jalan Lambaro-Blangbintang kawasan Blang Gani diamankan di Polsek Ingin Jaya, Aceh Besar setelah diamuk massa, Rabu (13/6) malam.
* Diduga Dijadikan Tempat Maksiat

BANDA ACEH - Massa sejumlah desa di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (13/6) malam, mengamuk saat mengetahui di wilayah mereka, di Blang Gani, Aceh Besar, dijadikan tempat maksiat. Puncak kemarahan itu, massa menyerbu lokasi konkow para remaja berpenampilan lusuh, bertindik, berambut mohawk, dan mengenakan aksesoris tersebut.

Kehadiran seribuan warga yang disusul aksi amuk massa yang datang dari sejumlah desa di Ingin Jaya itu berlangsung selepas shalat magrib. Kehadiran massa dalam jumlah banyak tersebut menimbulkan kepanikan para anak punk yang berasal dari luar Ingin Jaya itu. Satu persatu dari remaja pria dan wanita tersebut berusaha menyelamatkan diri begitu menyaksikan massa menuju ke arah mereka.

Naas bagi remaja berinisial AG (16). Warga Kuta Alam, Banda Aceh yang diduga ikut bergabung dalam kelompok punk itu tidak luput dari amukan massa. Remaja tersebut kritis dan telah ditangani secara medis di RSU Meuraxa, Banda Aceh.

Warga menganggap, tempat berkumpulnya para remaja pria dan wanita itu sudah sangat meresahkan. Bahkan, warga sering melihat di antara punkers tersebut begitu leluasa melakukan hal-hal yang melanggar syariat. “Kemungkinan amuk massa itu bagian akumulasi kemarahan warga karena di wilayah mereka dijadikan tempat maksiat,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan kepada Prohaba, kemarin.

Bahkan, warga yang hendak menuju ke sawah kerap menemukan kondom di lokasi yang dijadikan tempat konkow anak punk pria dan wanita itu. Selain itu, pascaamuk massa pada Rabu (14/6) malam itu, di lokasi dimaksud juga didapati sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaat sejumlah remaja itu melakukan hubungan yang melanggar nilai-nilai syariat.

“Warga menemukan baju, celana, sendal, topi, kain seprai, dan ada kain bentang lainnya. Dari barang bukti yang ditemukan di TKP seperti seprai dan kain bentang itu, tentu memunculkan tanda tanya. Sebenarnya untuk apa kain-kain tersebut,” kata Kapolsek Ingin Jaya, Iptu Ibrahim Prades, Kamis (14/6).

Selain barangbukti itu, polisi juga mengamankan dua punkers yang dititip oleh Keuchik Gampong Bada. Kedua remaja yang mengaku dari Montasik itu berinisial Ri (16) dan De (17). “Keduanya akan kami serahkan pada orang tuannya. Kami mengharapkan peran orang tua agar bisa menentukan arah hidup anaknya menjadi lebih baik,” sebut Kapolsek Ingin Jaya itu.(mir)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas