EURO 2012
Menghapus Rekor Buruk
INGGRIS dicela saat bermain terlalu bertahan saat menghadapi Prancis di laga pertama Grup D Piala Eropa 2012, Senin (11/6)
INGGRIS dicela saat bermain terlalu bertahan saat menghadapi Prancis di laga pertama Grup D Piala Eropa 2012, Senin (11/6). Tapi, cara itu cukup ampuh membendung serangan bertubi-tubi serangan Perancis yang dikordinir Karim Benzema, Franc Ribery, dan Samir Nasri.
Karena itu, tembok pertahanan Inggris yang digalang Glen Johnson, John Terry, Jeloan Lescott, Ashley Cole, dibantu Milner dan Scott Parker, sepertinya masih akan bahu membahu menerapkan hal yang sama saat melawan Swedia dalam lanjutan pertandingan Grup D Euro 2012, Sabtu (16/6) dini hari WIB.
Sosok yang bakal menjadi monster bagi barisan pertahanan The Three Lions--julukan Inggris--adalah Zlatan Ibrahimovic. Striker AC Milan yang pada laga sebelumnya berhasil mencetak gol ke gawang Ukraina.
Pelatih Inggris, Roy Hodgson sudah memberi sinyal terkait Ibrahimovic, yang menurutnya sekelas dengan striker Inggris, Wayne Rooney. “Saat berbicara Swedia, Anda pasti akan berbicara Ibrahimovic dan perannya dalam tim. Kemampuan individunya akan membuat perbedaan dalam tim. Dia akan menjadi bagian tim yang kuat,” tuturnya.
Sadar akan bahaya itu, Hodgson pun tidak berani melakukan rotasi besar pada timnya. Meski ia mengkhawatirkan kondisi kapten Steven Gerrard dan Scott Parker. “Kami takkan melakukan perubahan pemain secara besar-besaran. Lagi pula tidak ada pemain yang bermasalah dengan cedera. Pemain yang bermain baik melawan Prancis pasti akan main lagi,” ungkapnya.
Ancaman Swedia berburu poin setelah kalah di laga pertama juga diwaspadai sang kapten Steven Gerrard. Menurut dia, di laga resmi, Inggris tidak pernah bisa mengalahkan mereka. Itu bahkan sudah berlangsung sejak empat dekade terakhir. “Swedia sangat sulit. Kami tidak pernah mengalahkan mereka dalam waktu yang sangat lama (di laga resmi),” katanya dikutip sports.ndtv.com.
Terakhir kali Inggris menang atas Swedia adalah pada tahun 1968 dengan skor 3-1. Inggris berkesempatan mematahkan rekor buruk itu pada laga kedua grup D pada Sabtu dinihari nanti. Ambisi memecahkan rekor itu, didukung pemain muda Jordan Henderson. Gelandang Liverpool itu termotivasi membawa Inggris membuat sejarah bagi Inggris, sekaligus untuk membuktikan diri layak berada di The Three Lions.
Swedia memang layak diwaspadai. Kekalahan dari Ukraina diprediksi bakal mencambuk semangat tim asuhan Erik Hamren itu. Gelandang berpengalaman Swedia, Kim Kallstrom mengatakan, mereka tidak akan melakukan kesalahan yang sama saat meladeni Inggris nanti. “Kami tidak akan melakukan banyak kesalahan lagi di laga nanti,” kata Kallstrom, yang telah memenangi dua gelar liga dan dua Piala Prancis sejak bergabung dengan Lyon pada tahun 2006.
Isu perpecahan
Di kubu Swedia, menjelang laga itu dikabarkan sedang terjadi perpecahan. Beredar isu, ada dua kubu berseteru yaitu kubu Zlatan Ibrahimovich dengan kubu bek veteran Swedia, Olof Mellberg. Hal itu terjadi setelah kekalahan 1-2 dari Ukraina, Senin lalu.
Seperti dilansir daily star, perseteruan diawali kekesalan Ibra terhadap asisten pelatih Marcus Allback, yang merupakan mantan rekan satu tim Mellberg di Aston Villa. Ia menilai tidak ada perhatian yang diberikan ofisial terhadap tim. Kemarahannya memuncak setelah mengetahui komentar pelatih tim, Hamren yang menilai pemain Swedia pengecut.
Menyikapi hal itu, Hamren berharap pemainnya yang bertikai segera berdamai. Di sesi latihan Kamis kemarin, Ibra mengalami masalah pada kakinya. Namun ia diperkiarakan tetap turun melawan Inggris. “Ada kekacauan total di dalam markas. Hal ini tak sehat dan atmosfernya mengerikan. Persiapan untuk melawan Inggris tentu akan buruk dan ini akan menjadi kabar yang baik untuk Inggris,” ungkap sumber yang dekat dengan tim.
Meski terus dilakukan usaha mendamaikan dua kubu yang berseteru, namun belum terjadi kesepakatan dari dua pihak. Buruknya atmosfer dalam tim dinilai akan memengaruhi persiapan tim melawan Inggris.(tribunnews/wid/sn)