Mendikbud: Tak Ada Lagi Kampus Negeri Berbiaya Tinggi
Kini, kata M. Nuh pihaknya sudah menggelontorkan dana Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi Negeri(BOPTN)
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menjanjikan bahwa tidak akan ada lagi biaya tinggi masuk Perguruan Tinggi Negeri(PTN) terutama bagi mereka para calon mahasiswa baru. Kini, kata M. Nuh pihaknya sudah menggelontorkan dana Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi Negeri(BOPTN)
“Enggak ada sekarang, PTN tarif biaya tinggi-tinggi. Karena mulai tahun sekarang ini itu PTN sudah mendapat dana seperti BOS namanya Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Karena adanya itu PTN tidak perlu lagi menarik tarif besar-besaran, sperti tahun-tahun lalu,” tegas M Nuh kepada Tribunnews.com di Jakarta,Senin (18/6/2012).
M.Nuh juga menambahkan khusus bagi mereka yang hendak masuk ke Fakultas Kedokteran, dirinya menjamin tidak akan ada lagi pungutan biaya yang menjulang tinggi. Jika ada, lanjut M.Nuh biaya di Fakultas Kedokteran hingga ratusan juta Rupiah hanya dikhususkan bagi mereka kalangan mampu.
“Jadi memang ini hanya bagian kecil yang secara mandiri orang itu mampu untuk membayar. Kalau itu ya enggak apa-apa, wong memang dia mampu untuk membayar,” jelasnya.
“Dilihat juga bahkan ada yang tidak membayar sama sekali, dikasih bea siswa. Juga yang lewat ujian PTN, yang pembayarannya Cuma RP3-5 juta. Tapi juga ada yang biayanya RP50-100 juta. Karena memang dia mampu. Masak yang kuliahnya naik Mercedens Benz bayarnya Rp2-3 juta? Kan enggak fair juga,” tambahnya.
Lebih jauh M. Nuh mengatakan bahwa kini dengan lahirnya Permendiknas Nomor 34 Tahun 2010, Kemendiknas membatasi penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan mandiri oleh beberapa perguruan tinggi. Dalam aturan itu disebutkan, kuota mahasiswa baru melalui jalur ujian mandiri sebesar 40 persen. Sisanya, sejumlah 60 persen kuota mahasiswa baru harus melalui SNMPTN.
Dengan itu pula menurut M Nuh, biaya uang masuk PTN akan sangat diminimalkan. Apalagi ditetapkan PTN hanya bisa menarik mahasiswa baru pada jalur mandiri hanya 40 persen.
Itu artinya, tegas M Nuh, sebanyak 60 persen (kuota mahasiswa baru melalui SNMPTN) dikenai uang masuk normal.
“60 persen itu tarif normal. Yang bayar tinggi itu palingan hanya 20-30 persen,” terangnya.
Ia juga menegaskan akan terus memantau dan mengawasi pemberlakuan aturan dan kebijakan ini di lapangan secaran langsung. Apabila masih terdapat penarikan uang masuk PTN berbiaya tinggi maka pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas.
“Jelas dimonitor. Karena itu tugas kita. Kalau ada anda bisa mendapatkan informasi kuota mahasiswa baru melalui jalur ujian mandiri di atas sebesar 40 persen dilaporkan aja. Sisanya, sejumlah 60 persen kuota mahasiswa baru harus melalui SNMPTN,” Nuh menegaskan.
Sebelumnya, Universitas Padjadjaran (Unpad) menurunkan biaya Seleksi Masuk Universitas Padjajaran (SMUP) jalur mandiri bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013.
Usai memberikan pengarahan kepada orang tua calon mahasiswa jalur undangan di Kampus Unpad, Bandung, Senin, Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengatakan penuruan biaya masuk dilakukan merata di seluruh program studi dengan besaran yang berbeda-beda.
"Ini dilakukan untuk meningkatkan aksesbilitas terhadap SMUP, supaya lebih ramah sosial," ujarnya.
Ganjar menyebutkan biaya SMUP untuk Fakultas Kedokteran yang tadinya Rp177 juta turun menjadi Rp95 juta, Fakultas Hukum turun dari Rp42 juta menjadi Rp30 juta dan Fakultas Komunikasi yang sebelumnya Rp47 juta berkurang menjadi Rp35 juta.
Biaya SMUP Fakultas ekonomi pun menurun dari rata-rata Rp40 juta-Rp50 juta menjadi sekitar Rp30 juta untuk setiap program studi, dan Fakultas Sejarah dan Satra turun dari Rp12 juta menjadi Rp8 juta.
Penurunan biaya SMUP itu, lanjut dia, juga dilakukan pada program studi yang dinilai strategis seperti Fakultas Peternakan dari Rp12 juta menjadi Rp8 juta dan Fakultas Agrobisnis dari Rp20 juta menjadi Rp15 juta.