Dua Innova Angkut 0,9 Ton Ganja
Sebuah adegan bak film laga tersaji di lintas perbatasan Blangkejeren-Kutacane, ketika dua mobil innova diburu polisi, sejenak salah
* Rentetan Tembakan Hentikan Pelarian
BLANGKEJEREN - Sebuah adegan bak film laga tersaji di lintas perbatasan Blangkejeren-Kutacane, ketika dua mobil innova diburu polisi, sejenak salah seorang penumpang mobil mendorong polisi yang hendak memeriksa mobil dimaksud, hingga terjengkang. Rentetan tembakan polisi akhirnya menghentikan laju mobil yang ternyata mengangkut 0,98 ton ganja kering siap edar, Selasa (19/6) sekira pukul 05.30 WIB lepas subuh.
Semua pengendara mobil berhasil kabur, dengan menelantarkan mobil mereka yang ban nya kempes ditembus timah panas, serta satu lainnya mengenai bodi mobil.
Barang bukti ganja itu terdiri 196 bal seberat 980 kilogram yang dibungkus rapi. Diangkut mengunakan dua unit mobil kijang inova warna silver dengan BK 1014 GN, dan inova warna hitam BK 23 KD.
Berdasarkan keterangan Bripda Zukarnaen salah satu petugas pos perbatasan yang melakukan periksaan, awalnya kedua mobil tersebut melaju dari arah Blangkejeren menuju Kotacane secara beriringan. Petugas Pos perbatasan yang melaksanakan piket, menyetop mobil tersebut. Saat polisi mau melakukan pemeriksaan isi mobil itu, tiba tiba salah satu pengendara yang berada di atas mobil, langsung turun mendorong petugas polisi hingga terjengkang. Lalu secepatnya naik ke mobil dan kedua kenadaraan itu pun dipacu melarikan diri, dengan menabrak portal pos perbatasan.
Polisi lalu bergerak cepat memburu kedua mobil tersebut, sembari melepaskan tembakan. Karena tak digubris, akhirnya polisi menembak secara terarah pada ban mobil, hingga minibus kijang BK 1014 GN berhasil dihentikan setelah timas panas mengarah kedua ban belakang, dan mobil terperosok ke parit.
Setelah dilakukan pengecekan pada mobil yang ditinggal tersangka itu ditemukan ganja kering 110 bal atau seberat 550 kg lebih.
Sementara sambung Bripda Zulkarnaen, untuk selanjutnya petugas memburu kijang inova warna hitam BK 23 KD. Mobil itu akhirnya ditemukan pada salah satu lokasi peningapan di Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
Tersangka juga kabur ke semak belukar arah ke sungai Alas tersebut. Kemudian setelah polisi melakukan pemeriksaan mobil itu, juga ditemukan ganja kering sebanyak 46 bal seberat 340 kg. Bahkan di dalam mobil itu terdapat bercakan darah di jok depan kiri sebelah sopir bagian lutut.
Kapolres Galus, AKBP Drs Sofyan Tanjung, didampingi Kasat Narkoba Ipda Hendra Gunawan T, Selasa (19/6) mengatakan, pemeriksaan setiap kendaraan yang melintas itu merupakan razia rutin yang digelar petugas Pos Polisi perbatasan Rumah Bundar, terutama bagi kendaraan dari arah Blangkejeren menuju Kotacane maupun Medan, demikian juga sebaliknya.
Kapolres mengakui tentang insiden penangkapan ganja kering di pos perbatasan Gayo Lues-Kutacane itu.
Kapolres Galus menuturkan, untuk saat ini kasus tersebut sedang dikembangkan. Di sela-sela itu juga dia berharap, kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan bisnis barang haram tersebut. Karenanya masih banyak bisnis halal bahkan sangat menjanjikan, ketimbang harus menjalankan bisnis haram yang penuh dengan risiko dan tantangan.(c40)