TPA Penuh, Sampah Menumpuk di Calang
Kamis, 21 Juni 2012 09:11 WIB
Berita Terkait
- TPA Blang Awe Timbulkan Masalah Baru
- Lalat Serbu Rumah Warga Ikue Lhueng
- Banda Aceh Berpeluang Raih Adipura Kencana
- Warga Mengeluh, Tumpukan Sampah Tebarkan Bau Busuk
- DK3 Lakukan Daur Ulang Sampah
- Minggu, Yuk Bersihkan Lapangan Tugu
- Rp 50 Miliar untuk Bersihkan Sampah
- Wapres Bank Dunia Tinjau TPA Blang Bintang
- Warga Nagan Tempatkan Tong Sampah di Jalan
- Unsyiah Gelar Seminar Internasional Pengelolaan Sampah
CALANG – Pihak Kebersihan Aceh Jaya sejak sepekan terakhir tak lagi mengutip sampah di kawasan Calang, Panga, dan Teunom karena lokasi pembuangan sampah di Gunung Sango, Desa Keutapang, Kecamatan Krueng, telah penuh.
Kepala Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Aceh Jaya, Mawardi M Ali kepada Serambi, Selasa (20/6) mengatakan, para petugas kebersihan saat ini terpaksa menghentikan pekerjaannya sementara waktu karena lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Keutapang telah penuh, sehingga tidak tahu harus dibuang ke mana.
“Sampah yang telah menumpuk dan membusuk di pertokoan dan pasar Teunom, Panga dan Calang tidak lagi diangkut karena lokasi TPA di Keutapang telah penuh dan tanah warga yang dipakai oleh Pemkab tidak dibolehkan lagi untuk lokasi membuang sampah,” kata Mawardi.
Karena itu, tambah Mawardi, pemerintah sedang mencari solusi untuk penanganan sampah tersebut dan merencanakan akan menyediakan lokasi lain jika nantinya ada dukungan dana dari APBK-Perubahan.
Sebelumnya, Saiful, warga Desa Dayah Baro, Kecamatan Krueng Sabee, berharap Pemerintah Aceh Jaya dapat segera menanggulangi sampah yang menumpuk akibat tidak diangkut selama satu pekan belakangan ini oleh pihak petugas kebersihan. “Sampah yang menumpuk tersebut sangat mengganggu akibat bau busuk,” katanya.(c45)
Kepala Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Aceh Jaya, Mawardi M Ali kepada Serambi, Selasa (20/6) mengatakan, para petugas kebersihan saat ini terpaksa menghentikan pekerjaannya sementara waktu karena lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Keutapang telah penuh, sehingga tidak tahu harus dibuang ke mana.
“Sampah yang telah menumpuk dan membusuk di pertokoan dan pasar Teunom, Panga dan Calang tidak lagi diangkut karena lokasi TPA di Keutapang telah penuh dan tanah warga yang dipakai oleh Pemkab tidak dibolehkan lagi untuk lokasi membuang sampah,” kata Mawardi.
Karena itu, tambah Mawardi, pemerintah sedang mencari solusi untuk penanganan sampah tersebut dan merencanakan akan menyediakan lokasi lain jika nantinya ada dukungan dana dari APBK-Perubahan.
Sebelumnya, Saiful, warga Desa Dayah Baro, Kecamatan Krueng Sabee, berharap Pemerintah Aceh Jaya dapat segera menanggulangi sampah yang menumpuk akibat tidak diangkut selama satu pekan belakangan ini oleh pihak petugas kebersihan. “Sampah yang menumpuk tersebut sangat mengganggu akibat bau busuk,” katanya.(c45)
Editor : bakri
