Senin, 22 Desember 2014
Serambi Indonesia

Anggota KPA Digranat

Jumat, 22 Juni 2012 14:47 WIB

MEULABOH - Seorang anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Barat, Nyak Pat alias Tgk Payong (30) diserang dengan granat nenas oleh orang yang belum teridentifikasi ketika korban sedang berada di depan rumahnya, di Desa Teupin Peuraho, Kecamatan Arongan Lambalek, menjelang tengah malam, Rabu (22/6). Untungnya, granat yang jatuh persis di belakangnya tak meledak sehingga Tgk Payong bersama istri dan dua anaknya selamat.

Kasus itu terjadi ketika Tgk Payong baru kembali dari Blangpidie dan sedang membetulkan karet kaca belakang mobilnya yang terlepas. Waktu itu posisinya di depan rumah dan membelakangi ruas jalan nasional Meulaboh-Calang.

Saat sedang serius, tiba-tiba Tgk Payong mendengar suara benda jatuh persis di belakangnya. Saat dia pastikan ternyata benda itu adalah granat nenas. Hampir bersamaan dengan jatuhnya benda itu, sebuah mobil meluncur kencang ke arah Meulaboh.

Menghindari jatuh korban akibat benda maut itu, Tgk Payong secepatnya menjauh untuk berlindung bersama istrinya, Masriati (24) dan kedua anaknya, Cut Ramalisa (7) dan Ayulis Fatmaria (1,5). Korban juga melaporkan kejadian itu ke polisi setempat.

Aparat kepolisian dari Mapolsek Arongan Lambalek bersama Polres Aceh Barat langsung meluncur ke lokasi dan mengamankan benda berbahaya itu agar tak jatuh korban jika memang benar-benar meledak.

Tim Gegana dari Mapolda Aceh juga tiba di lokasi menjinakkan granat  yang sudah diamankan dengan pelindung karung pasir. Ketika Gegana melakukan kerjanya, ruas jalan Meulaboh-Calang sempat ditutup sementara dalam radius 150 meter.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Barang bukti granat nenas sudah diamankan tim Gegana Polda Aceh,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Artanto SIk melalui Kasat Reskrim, Iptu M Riyan kepada wartawan, Kamis (21/6) siang. “Granat nenas itu berada dalam kondisi aktif dan bisa meledak sewaktu-waktu,” lanjut Kasat Reskrim.

 Kasus kedua
Sekretaris PA Aceh Barat, Nyak Hasan alias Ayah Nong membenarkan adanya aksi penyerangan dengan granat terhadap Nyak Pat alias Tgk Payong. “Ini kasus kedua yang dialami kader Partai Aceh dan jajaran KPA di Aceh Barat. Pada 13 Mei 2012, kasus serupa juga menimpa kader Partai Aceh yakni Rizwan MA yang juga Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat, di kediaman korban, Jalan Geurutee Lorong Paro, Desa Kuta Padang, Meulaboh,” kata Nyak Hasan.

Pihak PA berharap polisi mengusut tuntas kasus ini sekaligus menangkap pelakunya. “Kami siap membantu polisi,” tandas Nyak Hasan.

 Jangan main-main
Nyak Pat alias Tgk Payong yang dimintai tanggapannya oleh wartawan mengatakan aksi pelemparan granat itu merupakan bentuk teror secara langsung terhadap dirinya. “Saya minta jangan main-main dengan teror seperti ini, karena nantinya pelaku sendiri yang akan kena batunya,” kata Nyak Pat tanpa menjelaskan siapa yang ia tuju dengan pernyataannya itu.

Nyak Pat juga menduga, pelemparan granat terhadap dirinya terkait kedatangan Wakil Gubernur Aceh terpilih Muzakkir Manaf yang pada Kamis kemarin dijadwalkan hadir ke Aceh Barat untuk sebuah kegiatan silaturahmi di Desa Seuneubok, Kecamatan Woyla. “Saya minta polisi untuk menangkap pelakunya,” demikian Nyak Pat.(edi)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas