
- RSUD Simeulue Minim Dokter Spesialis
- Dinkes Aceh Temukan 595 Kasus Kusta
- 5.500 Ha Pisang di Pidie Diserang Jamur
- 8 Dokter Spesialis Penerima Dana BRR belum Bertugas
- Warga Pusong Minta Pelayanan Pustu Dimaksimalkan
- Datu Beru Kekurangan Dokter Spesialis
- Apel dan Anggur Merah Langka
- RSUD Langsa Minta Tambahan Dokter
- IDI Selidiki Dugaan Pelanggaran Kode Etik
- 300 Dokter Ikut Simposium Penyakit Dalam
Seperti yang dipublikasi dalam jurnal PLoS ONE, senyawa alami yang terkandung dalam kulit apel itu dikenal dengan nama asam ursolat.
Dalam kajiannya, tim yang dipimpin Christopher Adams dari Fraternal Order of Eagles Diabetes Research Center, University of Iowa, mempelajari dua kelompok tikus yang diberi diet tinggi lemak selama beberapa pekan. Setengah dari hewan ini menerima asupan asam ursolat, sementara sisanya tidak. Yang menarik adalah, tikus yang diberi asam ursolat cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan berlemak ketimbang tikus yang tidak mendapatkan suplemen dan tidak ada perbedaan aktivitas di antara kedua kelompok tersebut.
Hasilnya menunjukkan, tikus yang diberi asam
ursolat cenderung sedikit mengalami penambahan berat badan, sementara
tingkat kadar gula dalam darah mereka juga mendekati normal. Tikus yang
diberi asam ursolat juga tidak mengalami masalah terkait obesitas dan
perlemakan hati.
"Dalam studi ini, kami menguji kerja asam
ursolat pada tikus yang memiliki diet tinggi lemak, menggunakan model
tikus yang obesitas dan sindrom metabolik. Sekali lagi, kami melihat
asam ursolat mampu meningkatkan rangka otot. Menariknya, senyawa ini
juga dapat mengurangi obesitas, pra-diabetes, dan perlemakan hati.
Peneliti juga mengaku terkejut karena mengetahui bahwa asam ursolat mampu meningkatkan kadar lemak coklat (brown fat)
dan pembakaran kalori. Seperti diketahui, peningkatan kadar lemak
coklat dalam tubuh dapat membantu melindungi diri dari obesitas.
Peneliti
percaya, lemak coklat hanya dimiliki oleh bayi, yang kemudian hilang
selama masa kanak-kanak. Namun, hasil teknik pencitraan yang lebih baik
menunjukkan bahwa orang dewasa sebetulnya juga memiliki sedikit
kandungan lemak coklat yang terdapat di antara leher dan tulang belikat.
Beberapa penelitian telah menghubungkan peningkatan kadar lemak
coklat dengan rendahnya tingkat obesitas dan tingkat sehat dari kadar
gula darah dan lipid (lemak) darah. Hal ini memperlihatkan bahwa lemak
coklat dapat membantu mencegah obesitas dan diabetes.
"Studi kami
menunjukkan bahwa asam ursolat meningkatkan otot rangka dan lemak
coklat untuk meningkatkan pembakaran kalori, yang pada gilirannya
melindungi diri dari obesitas, pra-diabetes, dan perlemakan hati
berlemak," kata Adams.
"Lemak coklat sangat bermanfaat dan
banyak orang telah berusaha mencari cara untuk meningkatkannya. Pada
titik ini, kita tidak tahu bagaimana asam ursolat bisa meningkatkan
lemak coklat. Yang terpenting adalah kita tidak tahu apakah asam ursolat
akan menguntungkan orang-orang. Langkah selanjutnya adalah kami akan
menentukan apakah asam ursolat dapat membantu pasien," tutupnya.
