Jalan Kute Tengah-Loning Berdebu
Jalan nasional mulai dari Desa Kute Tengah menuju Lawe Loning, Kecamatan Lawe Sigala-gara berdebu
“Setiap kendaraan melintas, khususnya roda empat, debu dari proyek pengerjaan jalan beterbangan,” ujar Bastian, salah seorang warga Kutacane kepada Serambi, Jumat (22/6). Dia mengungkapkan, saat melintas dengan sepeda motor di jalan tersebut, wajah harus ditutupi dengan helm agar tidak terhirup debu, apalagi saat ini musim kemarau.
Dia menilai, pelaksana proyek tidak memperdulikan masyarakat sekitar, padahal jalan seharusnya disiram air, sehingga debu tidak beterbangan ke rumah penduduk. “Belum lagi rambu-rambu lalu lintas atau tanda bercahaya pada malam hari yang juga tidak dipasang. Padahal, rambu itu penting untuk kendaraan yang keluar dan masuk kawasan itu,” ujar Nasrulzaman, warga Lawe Loning.
Sabirin, juga warga Lawe Loning mengatakan selain debu, material ditumpuk di badan jalan, sehingga menyulitkan para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, termasuk roda tiga untuk mengangkut hasil bumi. “Kami sudah berulangkali sampaikan keluhan kepada rekanan agar material itu secepatnya diratakan agar mudah warga melintas, tapi tidak dihiraukan,” tambahnya.
Dia juga menyinggung tentang papan plang proyek yang tidak terlihat di sepanjang jalan yang sedang dikerjakan, sehingga terkena seperti proyek siluman. “Tindakan pelaksana proyek tidak memasang plang nama, jelas-jelas melanggar undang-undang keterbukaan informasi publik,” tandasnya.(as)