LIBAS Nilai Data Dinkes Aceh Kedaluwarsa
Kami selaku masyarakat Aceh Selatan merasa keberatan dan kecewa dengan statemen Dinas Kesehatan Aceh
TAPAKTUAN – Direktur LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS), May Fendri mengatakan, data yang disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh pada pembukaan acara Reguler Meeting Program Kesehatan Jiwa di Aula Dinkes Aceh, Selasa (19/6) lulu, itu sudah kedaluwarsa alias usang. Sebab data persentase (prevalensi) orang yang terserang gangguan jiwa di Aceh Selatan berdasarkan hasil konfirmasi pihaknya dengan Dinas Kesehatan Aceh Selatan pada tahun 2012 ini hanya berkisar 0,8 persen.
“Kami selaku masyarakat Aceh Selatan merasa keberatan dan kecewa dengan statemen Dinas Kesehatan Aceh yang menempatkan Aceh Selatan sebagai daerah dengan jumlah penderita gangguan jiwa terbesar di Aceh. Sebab data yang disampaikan itu sangat bertolak belakang dengan data yang kami peroleh dari Dinas Kehatan Aceh Selatan. Oleh karenanya kami minta Dinkes Aceh untuk miminta maaf kepada masyarakat Aceh Selatan karena sudah membeberkan data kadaluarsa alias usang,” papar May Fendri.
May Fendri membenarkan jumlah penderita gangguan jiwa di Aceh Selatan pada tahun 2007 mencapai 32,1 persen. Namun seiring waktu berjalan jumlah tersebut mampu ditekan oleh Dinas Kesehatan setempat dengan persentase jumlah gangguan jiwa pada tahun 2012 ini hanya berkisar 0,8 persen.
Dengan demikian apa yang disampaikan Dinas Kesehatan Aceh dalam acara yang membuat heboh masyarakat Aceh Selatan itu sangatlah bertolak belakang dengan fakta dan realita yang ada. “Yang saya kasihani kok bisa Dinas Kesehatan Povinsi menggunakan data usang, padahal persentasenya pada tahun 2012 ini sudah sangat jauh berbeda,” papar penggiat LSM ini.(tz)
* penjelasan kadiskes
Sudah Menurun Drastis
KEPALA Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Mualimin SE yang dikonfirmasi Serambi melalui Kepala Bidang Pelayanan Dasar Kesehatan (Kabid Yankes), Hj Merdum membenarkan data yang disampaikan Direktur LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS).
“Data yang disampaikan Direktur LMS LIBAS itu benar data yang diambil dari kami. Memang pada tahun 2007 lalu datanya seperti disampaikan Dikes Aceh, namun jumlah itu sudah menurun drastis,” katanya singkat.(tz)