Mualem Pangkas di Pasar Indrapuri
Sabtu, 23 Juni 2012 15:13 WIB

Muzakir Manaf menjelang pelantikan sebagai Wakil Gubernur Aceh memangkas rambut di Pasar Samahani, Aceh Besar, Jumat (22/6). SERAMBI/SUPRIJAL YUSUF
Berita Terkait
- Gubernur Aceh Bertemu Hakim Nya'Pha
- Pagi Ini, Gubernur Aceh Bertemu Hakim Nya' Pha
- Muzakir Manaf Kunjungi Keluarga Nelayan Hilang
- Besok, DPRA dan Gubernur Bahas soal Dana Aspirasi
- Gubernur Kecewa pada Dinas
- Zaini Berharap Garuda Indonesia Buka Rute Haji dan…
- Besok, Gubernur Berkunjung ke Rumah Abu Panton
- Wagub Promosikan Aceh di Abu Dhabi
- 'First Lady' Aceh Kangen Swedia
- Zaini Teken Kesepakatan dengan Taspen
SOSOK mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf terus menjadi perhatian publik di Aceh, terlebih menjelang pelantikannya sebagai wakil gubernur Aceh mendampingi dr Zaini Abdullah yang dijadwalkan Senin (25/6).
Pria berperawakan tinggi besar yang di kalangan GAM akrab disapa Mualem itu, jika belum terlalu akrab memang terkesan tertutup. Semua itu sirna bila telah mengenal keseharian dan sifatnya. Itu pula yang direkam Serambi ketika hampir seharian, Jumat (22/6) mendampingi aktivitasnya menjelang hari pelantikan.
Di sebuah rumah, Jalan Salihin, Gampong Lamglumpang, Ulee Kareng, Banda Aceh yang ditempati Mualem selama ini terlihat biasa-biasa saja, meski sudah memasuki H-2 pelantikan. Tak ada orang yang lalu lalang dan ke luar masuk. Hanya sebuah mobil Toyota Fortune BL 638 KE dan dua sepeda motor yang terpakir di pekarangan rumah di atas pertapakan tanah sekitar 15x25 meter.
Di ruang tamu rumah hanya ada beberapa orang duduk di sofa jati bersama Mualem. Di antaranya, Kausar (Sekretaris Tim Sukses Pemenangan Zaini Abdullah/Muzakir Manaf), Ustadz Ilyas, Barlian AW, Jamaluddin, Irwanto, dan Abdu. Belakangan datang Bustami (Sekretaris DPKKA).
Meski tak terlalu jelas apa materi pembicaraan, namun dari kejauhan sayup-sayup terdengar Mualem menanyakan antara lain soal infrastruktur Aceh dan anggaran. Dari ruangan itu sesekali juga terdengar suara tawa lepas.
Sekitar pukul 12.33 WIB, pembicaraan berakhir. Dengan memakai baju koko putih lengan panjang, celana jeans hitam dan kupiah riman warna hitam kombinasi garis kuning, Mualem ke luar dari dalam rumah. Memakai sandal santai karet warna putih, Muzakir langsung menaiki mobil Toyota Fortune putih BL 638 KE yang di parkir di sisi samping kiri depan garasi. Mualem bersama rombongan bergerak untuk shalat Jumat. Masjid yang dituju adalah Hidayatul Islam di Gampong Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, berjarak sekitar dua kilometer dari kediamannya. Jamaah masjid tersebut terlihat tak asing lagi dengan sosok Muzakir Manaf.
Usai shalat Jumat dan doa bersama, Mualem tidak langsung ke luar masjid. Ia terlihat berpindah dari saf pertama ke belakang pada saf lima. Di sini, Muzakir Manaf dengan sangat khusuk berzikir tak kurang dari setengah jam.
Makan sie kameng
Dari Masjid Hidayatul Islam, sekitar pukul 14.10 WIB, Mualem bersama rombongan bergerak ke Samahani, Kabupaten Aceh Besar. Mualem singgah di sebuah warung sie kameng (kuwah daging kambing) untuk makan siang. Samahani berada di pinggiran jalan nasional Banda Aceh-Medan, sekitar 12 kilometer timur Banda Aceh.
Di Samahani ternyata sudah menunggu Mukhlis Basyah, bupati terpilih Aceh Besar. Setelah makan siang, Mualem tidak langsung kembali ke Banda Aceh tetapi terus bergerak ke Indrapuri didampingi bupati terpilih.
Di Indrapuri, Mualem meninjau jembatan gantung Ie Ala, Gampong Meureu. Jembatan gantung tersebut tidak layak lagi karena di sana-sini bagian lantainya sudah rusak.
Pangkas di pasar
Kembali dari Meureu, Mualem dan rombongan singgah di Pasar Indrapuri dan ngopi di sebuah warung. Namun, di tengah keasyikan ngopi, tiba-tiba Mualem menghilang. Ada sekitar setengah jam Mualem meninggalkan rombongan. Setelah dicari, ternyata mantan Panglima
GAM tersebut sedang pangkas di sebuah kedai rakyat, tanpa kursi putar atau pendingin udara. Tak terlihat kesan sungkan, baik dari Mualem maupun orang yang memangkasnya. Sangat bersahaja dan apa adanya. “Ini pangkas menjelang pelantikan,” kata Jamaluddin, salah seorang anggota rombongan Mualem sambil berseloro. Begitulah.(suprijal yusuf)
Pria berperawakan tinggi besar yang di kalangan GAM akrab disapa Mualem itu, jika belum terlalu akrab memang terkesan tertutup. Semua itu sirna bila telah mengenal keseharian dan sifatnya. Itu pula yang direkam Serambi ketika hampir seharian, Jumat (22/6) mendampingi aktivitasnya menjelang hari pelantikan.
Di sebuah rumah, Jalan Salihin, Gampong Lamglumpang, Ulee Kareng, Banda Aceh yang ditempati Mualem selama ini terlihat biasa-biasa saja, meski sudah memasuki H-2 pelantikan. Tak ada orang yang lalu lalang dan ke luar masuk. Hanya sebuah mobil Toyota Fortune BL 638 KE dan dua sepeda motor yang terpakir di pekarangan rumah di atas pertapakan tanah sekitar 15x25 meter.
Di ruang tamu rumah hanya ada beberapa orang duduk di sofa jati bersama Mualem. Di antaranya, Kausar (Sekretaris Tim Sukses Pemenangan Zaini Abdullah/Muzakir Manaf), Ustadz Ilyas, Barlian AW, Jamaluddin, Irwanto, dan Abdu. Belakangan datang Bustami (Sekretaris DPKKA).
Meski tak terlalu jelas apa materi pembicaraan, namun dari kejauhan sayup-sayup terdengar Mualem menanyakan antara lain soal infrastruktur Aceh dan anggaran. Dari ruangan itu sesekali juga terdengar suara tawa lepas.
Sekitar pukul 12.33 WIB, pembicaraan berakhir. Dengan memakai baju koko putih lengan panjang, celana jeans hitam dan kupiah riman warna hitam kombinasi garis kuning, Mualem ke luar dari dalam rumah. Memakai sandal santai karet warna putih, Muzakir langsung menaiki mobil Toyota Fortune putih BL 638 KE yang di parkir di sisi samping kiri depan garasi. Mualem bersama rombongan bergerak untuk shalat Jumat. Masjid yang dituju adalah Hidayatul Islam di Gampong Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, berjarak sekitar dua kilometer dari kediamannya. Jamaah masjid tersebut terlihat tak asing lagi dengan sosok Muzakir Manaf.
Usai shalat Jumat dan doa bersama, Mualem tidak langsung ke luar masjid. Ia terlihat berpindah dari saf pertama ke belakang pada saf lima. Di sini, Muzakir Manaf dengan sangat khusuk berzikir tak kurang dari setengah jam.
Makan sie kameng
Dari Masjid Hidayatul Islam, sekitar pukul 14.10 WIB, Mualem bersama rombongan bergerak ke Samahani, Kabupaten Aceh Besar. Mualem singgah di sebuah warung sie kameng (kuwah daging kambing) untuk makan siang. Samahani berada di pinggiran jalan nasional Banda Aceh-Medan, sekitar 12 kilometer timur Banda Aceh.
Di Samahani ternyata sudah menunggu Mukhlis Basyah, bupati terpilih Aceh Besar. Setelah makan siang, Mualem tidak langsung kembali ke Banda Aceh tetapi terus bergerak ke Indrapuri didampingi bupati terpilih.
Di Indrapuri, Mualem meninjau jembatan gantung Ie Ala, Gampong Meureu. Jembatan gantung tersebut tidak layak lagi karena di sana-sini bagian lantainya sudah rusak.
Pangkas di pasar
Kembali dari Meureu, Mualem dan rombongan singgah di Pasar Indrapuri dan ngopi di sebuah warung. Namun, di tengah keasyikan ngopi, tiba-tiba Mualem menghilang. Ada sekitar setengah jam Mualem meninggalkan rombongan. Setelah dicari, ternyata mantan Panglima
GAM tersebut sedang pangkas di sebuah kedai rakyat, tanpa kursi putar atau pendingin udara. Tak terlihat kesan sungkan, baik dari Mualem maupun orang yang memangkasnya. Sangat bersahaja dan apa adanya. “Ini pangkas menjelang pelantikan,” kata Jamaluddin, salah seorang anggota rombongan Mualem sambil berseloro. Begitulah.(suprijal yusuf)
Editor : hasyim
