Warga Sigala-gala Andalkan Kayu Bakar
Sabtu, 23 Juni 2012 11:58 WIB
Share |
KUTACANE - Warga Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara mengandalkan kayu bakar untuk memasak. Tindakan itu diambil tidak terlepas dari dicabut minyak tanah bersubsidi, sehingga harganya tidak terjangkau lagi, mencapai Rp 13.000/liter.

“Saya beralih memasak menggunakan kayu bakar sudah dua bulan lebih , karena harga minyak tanah mahal.” ujar Masitah, seorang pedagang goreng-gorengan di Kecamatan Lawe Sigala-gala, kepada Serambi, Jumat (22/6).

Dia mengungkapkan kayu bakar dibelinya dari pedagang dengan harga Rp 150.000/kubik dan bertahan selama dua minggu. Kayu bakar ini digunakan untuk memasak mie, air panas, sayur-sayuran dan nasi. Sedangkan minyak tanah hanya digunakan untuk menggoreng barang dagangannya dengan biaya Rp 100 ribu per minggu.  “Saat ini mulai susah mencari atau membeli kayu bakar, karena lagi musim pesta perkawinan sehingga banyak stok kayu bakar yang telah diborong,” ujarnya.(as)

Editor : hasyim