Sabtu, 20 Desember 2014
Serambi Indonesia

Kurangi Makanan Berlemak

Minggu, 24 Juni 2012 10:59 WIB


* Untuk Mencegah Batu Empedu

Seringkali penderita yang mengalami penyakit batu empedu (gallstones) merasakan nyeri pada uluhati, sehingga mirip dengan gejala sakit maag. Namun, setelah diberikan obat-obatan maag, gejala nyeri tersebut tidak kunjung mereda. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana membedakan gejala sakit batu empedu dengan sakit maag?

Menurut dr  Jeffri,  SpB(K)BD, ahli bedah digestif  (ahli bedah saluran cerna) pada Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, nyeri perut mempunyai karakter yang berbeda-beda antara masing-masing penyakit.  Sakit maag atau tukak lambung bertambah nyeri bila kita terlambat makan, dan letaknya di uluhati, sedangkan nyeri karena sakit batu empedu mempunyai karakteristik yang berbeda yaitu letak nyeri lebih ke sisi kanan, nyeri dapat timbul mendadak dan kemudian mereda.  Penjalaran nyeri ke arah punggung kanan merupakan karakteristik lain dari nyeri akibat batu empedu. Dan nyeri dapat dipicu oleh makanan yang banyak mengandung lemak. “Bila penyakit bertambah berat, nyeri hebat di perut sisi kanan atas akan disertai dengan demam yang tinggi dan bahkan dapat menimbulkan perubahan warna mata atau kulit menjadi kuning,” kata  dr  Jeffri kepada Serambi,. Sabtu (23/6).

Batu empedu dapat terbentuk di dalam kantong empedu atau di saluran empedu. Batu Endapan (sludge) ini dapat memicu radang dan infeksi pada kantong empedu. Bila batu berpindah ke saluran empedu  atau terbentuk di saluran empedu, maka akan terjadi sumbatan pada saluran empedu yang berakibat tidak mengalirnya cairan empedu dari hati atau kandung empedu ke usus.  Hal ini bila terjadi dapat menimbulkan nyeri hebat yang disertai demam tinggi dan kuning. Bila ini terjadi maka penderita secepatnya harus mendapatkan tindakan berupa pengangkatan batu yang berada di saluran empedu dan sekaligus pengangkatan kandung empedu.

Masalah lain akan timbul bila batu kecil ini menyumbat saluran tepat pada pertemuan antara saluran empedu dan saluran pankreas.  Bila ini terjadi, maka penderita akan menderita radang pankreas yang kita sebut dengan pankreatitis, penderita akan mengalami nyeri hebat, demam tinggi,  dan bahkan penurunan kesadaran sehingga harus dirawat secara intensif di Intensive Care Unit (ICU).

Batu empedu dapat terjadi karena penumpukan lemak yang berlebihan, infeksi pada saluran empedu. Konsumsi lemak yang berlebihan akan menyebabkan penumpukan di dalam tubuh,  sehingga sel-sel hati dipaksa bekerja keras untuk menghasilkan cairan empedu. Bila kadar kolesterol di dalam cairan empedu meningkat melebihi ambang batas kelarutannya, maka akan terbentuk batu kolesterol. Batu empedu juga bisa disebabkan tumpukan pigmen bilirubin dan garam kalsium yang membentuk partikel seperti kristal padat. Karena itu, cirinya berbeda. Batu empedu dari tumpukan kolesterol berwarna kekuningan dan tampak mengkilap seperti minyak, sedangkan dari tumpukan pigmen bilirubin berwarna hitam tetapi keras atau berwarna coklat tua, tetapi rapuh.  (min)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas