Sulaiman Abda: Siagakan Alat Berat di Lokasi Longsor
Minggu, 24 Juni 2012 10:09 WIB
Berita Terkait
- Gubernur Lantik 10 Pejabat Baru Disperindag
- Pembangunan Jalan Lintas Tengah Dimulai Tahun Ini
- Kadis PU Lantik Tujuh Pejabat Eselon IV
- BMCK belum Serahkan Proyek Jalan ke Bupati
- Selebaran 'Gelap' jelang Pelantikan Sekda Aceh Tamiang
- 80 Honorer K-1 di Aceh Jaya Lulus
- DPRK Minta Pemkab Tegas soal Galian Kabel
- Teuku Setia Budi Mundur
- Empat Guru Gugat Wali Kota Lhokseumawe
- Pemkab Pidie Plotkan Dana Rp 2,7 M
MEULABOH - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta kepada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi Aceh untuk segera menyiagakan sejumlah alat berat di kawasan yang selama ini rawan longsor. Ini dimaksudkan agar ketika longsor terjadi, alat berat segera dapat digunakan untuk membersihkan jalan sehingga lalu lintas tidak terganggu.
“Sebelum musibah longsor ini terus meluas dan menghentikan aktvitas masyarakat, kami minta BMCK Aceh harus segera menempatkan alat berat ini di kawasan yang rawan longsor. Sehingga ketika bencana ini terjadi langsung bisa diatasi,” kata Sulaiman Abda kepada sejumlah wartawan di Meulaboh, Sabtu (23/6).
Menurutnya, persoalan longsor yang terjadi selama ini di berbagai wilayah di Aceh merupakan persoalan serius yang menjadi perhatian dari Pemerintah Aceh termasuk pihak DPRA. Karena persoalan ini sangat meresahkan masyarakat dan menghambat perekonomian serta aktivitas masyarakat.
Ia juga menegaskan, penempatan alat berat itu harus dilakukan seperti di lintasan Banda Aceh-Calang, Meulaboh-Geumpang, Gayo Lues-Abdya, serta kawasan longsor lainnya. Apalagi selama ini musibah longsor yang terjadi menyebabkan korban di kalangan masyarakat.
Gunakan dana darurat
Sulaiman Abda juga menegaskan, untuk mengatasi musibah longsor yang selama ini terjadi di sejumlah wilayah di Aceh, pihak DPRA bersama Pemerintah Aceh akan menggunakan dana tanggap darurat untuk mengatasi persoalan itu. Sehingga titik longsor yang selama ini terjadi bisa tertangani dengan baik dan diharapkan tak lagi terjadi.
Tentang jumlah anggaran untuk mengatasi persoalan itu, Sulaiman Abda mengaku belum tahu berapa jumlah pastinya. Namun ia menegaskan setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tuntas dilakukan pada Senin (25/6) mendatang, pihaknya akan mengumpulkan sejumlah pihak terkait di jajaran Pemerintah Aceh supaya segera menuntaskan persoalan longsor itu.
“Kalau selama ini dana tanggap darurat digunakan untuk korban bencana, namun kali ini kita juga akan menggunakan dana darurat ini untuk mengatasi persoalan musibah longsor di Aceh dengan harapan bencana tak lagi terjadi,” katanya.(edi)
kawasan rawan longsor
* Lintas Banda Aceh-Calang
* Lintas Meulaboh-Geumpang
* Lintas Gayo Lues-Abdya
“Sebelum musibah longsor ini terus meluas dan menghentikan aktvitas masyarakat, kami minta BMCK Aceh harus segera menempatkan alat berat ini di kawasan yang rawan longsor. Sehingga ketika bencana ini terjadi langsung bisa diatasi,” kata Sulaiman Abda kepada sejumlah wartawan di Meulaboh, Sabtu (23/6).
Menurutnya, persoalan longsor yang terjadi selama ini di berbagai wilayah di Aceh merupakan persoalan serius yang menjadi perhatian dari Pemerintah Aceh termasuk pihak DPRA. Karena persoalan ini sangat meresahkan masyarakat dan menghambat perekonomian serta aktivitas masyarakat.
Ia juga menegaskan, penempatan alat berat itu harus dilakukan seperti di lintasan Banda Aceh-Calang, Meulaboh-Geumpang, Gayo Lues-Abdya, serta kawasan longsor lainnya. Apalagi selama ini musibah longsor yang terjadi menyebabkan korban di kalangan masyarakat.
Gunakan dana darurat
Sulaiman Abda juga menegaskan, untuk mengatasi musibah longsor yang selama ini terjadi di sejumlah wilayah di Aceh, pihak DPRA bersama Pemerintah Aceh akan menggunakan dana tanggap darurat untuk mengatasi persoalan itu. Sehingga titik longsor yang selama ini terjadi bisa tertangani dengan baik dan diharapkan tak lagi terjadi.
Tentang jumlah anggaran untuk mengatasi persoalan itu, Sulaiman Abda mengaku belum tahu berapa jumlah pastinya. Namun ia menegaskan setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tuntas dilakukan pada Senin (25/6) mendatang, pihaknya akan mengumpulkan sejumlah pihak terkait di jajaran Pemerintah Aceh supaya segera menuntaskan persoalan longsor itu.
“Kalau selama ini dana tanggap darurat digunakan untuk korban bencana, namun kali ini kita juga akan menggunakan dana darurat ini untuk mengatasi persoalan musibah longsor di Aceh dengan harapan bencana tak lagi terjadi,” katanya.(edi)
kawasan rawan longsor
* Lintas Banda Aceh-Calang
* Lintas Meulaboh-Geumpang
* Lintas Gayo Lues-Abdya
Editor : hasyim
