- Korban Tenggelam di Lhoknga Ditemukan
- Kasus Mantan Kasatpol PP ke Pengadilan
- Satpol PP Berjaya di Olahraga HUT Jantho
- Mobil Box Diberondong Tembakan, Sopir Luka
- Pencarian Anggota TNI Tenggelam Dibantu Brimob
- Lagi, Satpol PP Tertibkan Pedagang
- Satpol PP/WH Abdya Terbaik di Aceh
- Saya Besar dalam Keluarga Pamong
- Polda Aceh Juara HUT Satpol PP
- Irsyadi Plt Kasatpol PP
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tertembak polisi yang tengah mengejar gembong narkoba di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sukamerindu, Kota Bengkulu, Senin (25/6/2012) dini hari.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution menjelaskan bahwa kebetulan lokasinya berada di dekat rumah Bupati Bengkulu Tengah, Feri Ramli. "Kebetulan lokasinya berada di dekat rumah Bupati Bengkulu Tengah," kata Saud di Mabes Polri, Jakata Selatan, Senin (25/6/2012).
Kejadian tersebut berawal dari penangkapan seorang pengedar narkoba berinisial S oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Bengkulu. Kemudian kasus tersebut dikembangkang dan diperoleh informasi bahwa sejumlah barang haram yang disita dari tangan S berasal dari RN.
Kemudian polisi pun melakukan penyamaran sebagai pembeli narkoba untuk memancing RN. "RN pun setuju untuk melakukan transaksi di sebuah tempat di simpang Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sukamerindu, 500 meter dari rumah bupati ," jelas Saud.
Sebelum berhasil diajak bertransaksi, ternyata RN mengetahui bahwa orang yang ingin membeli narkobanya adalah polisi, sehingga RN pun melarikan diri sebelum polisi berhasil menyergapnya.
Polisi pun melakukan pengejaran terhadap RN dengan melepaskan tembakan peringatan dua kali ke atas, dan menembak ke arah RN sebanyak dua kali.
"Peluru tidak kena tersangka tapi nyasar ke salah seorang Satpol PP penjaga rumah Bupati," ucap Saud.
Seorang anggota Satpol PP yang tertembak tersebut bernama Ramdani, ia tertembak di bagian tangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, sementara gembong narkoba pun berhasil melarikan diri dari kejaran polisi.
"Saat ini anggota yang ikut
dalam penyergapan itu sedang diproses Propam Polda Bengkulu, apakah
penembakan tersebut sudah sesuai prosedur," ungkapnya.
