Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bakar Jembatan
Senin, 25 Juni 2012 12:09 WIB
Berita Terkait
- MaTA Desak BPKP Audit Kasus Jalan Lingkar
- Warga Minta Pemkab Aspal Jalan Bandarbaru-Kembang…
- Lintasan Galus-Abdya Kembali Lancar
- Warga Bandarbaru Minta Jalan Kabupaten Diaspal
- 508 Ruang Kelas Rusak
- Pembangunan Jalan Lintas Tengah Dimulai Tahun Ini
- BMCK belum Serahkan Proyek Jalan ke Bupati
- Pelayaran ke Simeulue Kembali Lancar
- Lintas Bulu Hadek-Luan Balu, Simeulue Longsor
- Lintasan Galus-Abdya Putus
LANGSA - Warga Desa Sembilan, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (23/6) membakar sebuah jembatan yang menuju desa mereka karena tak kunjung diperbaiki. Jembatan tersebut telah rusak sejak belasan tahun lalu dan telah beberapa kali diajukan untuk diperbaiki.
Jembatan itu padahal merupakan jalur akses satu-satunya menuju Desa Sembilan. Akibatnya, akses transportasi terputus total.
Seorang warga mengatakan, aksi bakar jembatan tersebut dilakuka untuk menarik perhatian pemerintah. Soalnya, pengaduan dan permintaan yang diajukan warga agar jembatan tersebut diperbaiki tidak pernah direspon. “Sudah puluhan warga jadi korban di jembatan itu.” pungkas warga tersebut.
Jika aksi tersebut ternyata belum juga mampu menarik perhatian pemerintah setempat, warga mengancam akan melakukan demonstrasi.
Pembakaran jembatan dilakukan dengan menggunakan ban bekas dan kayu-kayu kering. Kejadian tersebut menyebabkan antrian panjang dan sejumlah mobil truk dan pribadi terpaksa memutar dan melintas turun ke bawah melalui jalur dekat bantaran sungai.(yuh)
Jembatan itu padahal merupakan jalur akses satu-satunya menuju Desa Sembilan. Akibatnya, akses transportasi terputus total.
Seorang warga mengatakan, aksi bakar jembatan tersebut dilakuka untuk menarik perhatian pemerintah. Soalnya, pengaduan dan permintaan yang diajukan warga agar jembatan tersebut diperbaiki tidak pernah direspon. “Sudah puluhan warga jadi korban di jembatan itu.” pungkas warga tersebut.
Jika aksi tersebut ternyata belum juga mampu menarik perhatian pemerintah setempat, warga mengancam akan melakukan demonstrasi.
Pembakaran jembatan dilakukan dengan menggunakan ban bekas dan kayu-kayu kering. Kejadian tersebut menyebabkan antrian panjang dan sejumlah mobil truk dan pribadi terpaksa memutar dan melintas turun ke bawah melalui jalur dekat bantaran sungai.(yuh)
Editor : hasyim
