Abu Mustafa Tegaskan Netral dalam Pilkada
Selasa, 26 Juni 2012 15:41 WIB
Share |
MEULABOH - Pimpinan Dayah/Pondok Pesantren Ar Raudhatun Nabawiyah, Desa Masjid Baro, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Abu Tgk H Mustafa Habli Lc menegaskan bahwa dirinya tetap netral dalam pelaksanaan Pilkada putaran kedua pada 2 Juli 2012 mendatang di wilayah itu. Ia menegaskan sama sekali tidak terlibat dalam mendukung seorang kandidat manapun.

“Selaku pribadi dan pimpinan dayah pondok pesantren Ar Raudhatun Nabawiyah, saya tegaskan tetap netral dalam Pilkada. Jika ada pihak yang mengatasnamakan saya dan pesantren dalam dukungan untuk kandidat tertentu, itu merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” kata Abu Tgk H Mustafa Habli Lckepada Serambi, Minggu (25/6) malam.

Pernyataan itu disampaikan Abu Mustafa menanggapi pemberitaan harian ini terkait pernyataan sejumlah ulama di Aceh Barat yang memutuskan ikut berpolitik dalam pilkada Aceh Barat, dengan memberikan dukungan kepada salah satu dari dua kandidat yang akan bertarung di putaran kedua, 2 Juli nanti.

Ulama yang juga anggota MPU Aceh dan MPU Aceh Barat ini menyebutkan, ia sama sekali tidak pernah memberikan dukungannya kepada salah satu kandidat. Mengenai pencantuman namanya dalam selebaran yang dikeluarkan oleh Persatuan Majelis dan Pemuda Pejuang Syariat (Permapes) Aceh Barat, yang mendukung kandidat HT Alaidinsyah (H Tito)/H Rachmat Fitri HD (H Nanda), sama sekali tanpa sepengetahuannya.  

“Selebaran yang saya tanda tangani bersama Persatuan Majelis dan Pemuda Pejuang Syariat (Permapes) Aceh Barat adalah bentuk dukungan untuk penegakan syariat Islam, bukannya untuk memberikan dukungan kepada kandidat calon bupati dan wakil bupati,” ujarnya.

Abu Tgk H Mustafa Habli Lc berharap, klarifikasi ini bisa memperjelas duduk persoalan yang sebenarnya kepada seluruh masyarakat di Aceh Barat, tentang kedudukan dan netralitas dirinya dalam pilkada. “Kalau ada sejumlah ulama yang sepakat mendukung kandidat tertentu dalam pilkada, itu adalah hak pribadi ulama tersebut. Dan jangan dikaitkan dengan ulama lainnya di Aceh Barat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah tokoh ulama di Kabupaten Aceh Barat sepakat untuk terlibat dalam politik dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada tanggal 2 Juli 2012 mendatang, guna memilih calon bupati dan wakil bupati di wilayah itu periode 2012-2017 mendatang.(edi)

Editor : hasyim