
- FORA Gelar Aksi Teatrikal Selamatkan Orangutan
- Ruman Aceh Terima Sedekah Buku
- Garuda tidak Tanggung Kehilangan Perhiasan
- Lacak Teman Pakai Google Latitude
- Layanan BlackBerry Messenger Tumbang
- Sharing Foto dari Instagram
- Pencarian Anggota TNI Tenggelam Dibantu Brimob
- Satu Orangutan di Aceh Mati
- Komunikasi Lancar dengan Whatsapp
- Zaini Berharap Garuda Indonesia Buka Rute Haji dan…
SERAMBINEWS.COM - Industri pemasaran buku melalui jaringan internet (online marketing), khusus buku cetak, merasa tidak dapat bergerak secara leluasa akibat persaingan yang tidak ada pengaturannya. Mereka membutuhkan asosiasi industri untuk bersama-sama mengatur persaingan antar pelaku usaha bisnis online.
Demikian diungkapkan Pejabat Eksekutif untuk Pemasaran Bukukita.com, Heru Oktaprianto, Selasa (26/6/2012) di Jakarta. Heru ditemui di tengah pameran buku bertajuk Jakarta Bookfair 2012 di Istora Senayan. Pameran akan berlangsung hingga Minggu (1/7/2012).
Menurut Heru, pihaknya sudah terbiasa dengan persaingan usaha dalam bentuk banting harga penjualan buku atau diskon antar sesama pelaku bisnis buku online. Namun, persaingan menjadi relatif kurang sehat ketika pemain baru masuk ke industri ini.
"Pendatang baru kerap membanting harga sangat rendah. Kalau itu terjadi terlalu sering, dampaknya menjadi tidak sehat bagi kami yang sudah masuk ke industri," kata Heru.
