Mahasiswa Desak Jalan Kuala Baru Segera Dituntaskan
Selasa, 26 Juni 2012 14:12 WIB
Berita Terkait
- Pembangunan Jalan Lintas Tengah Dimulai Tahun Ini
- BMCK belum Serahkan Proyek Jalan ke Bupati
- Pelayaran ke Simeulue Kembali Lancar
- Lintas Bulu Hadek-Luan Balu, Simeulue Longsor
- Lintasan Galus-Abdya Putus
- Longsor, Lintas Bulu Hadek - Luan Balu Tak Bisa Dilalui…
- Jembatan Blang Keudah belum Diperbaiki
- Lintas Jeuram-Takengon Masih Putus Total
- Jalan Blangkejeren-Takengon Rawan Longsor
- Puluhan Rumah Tertimbun Longsor
SINGKIL - Ikatan pelajar mahasiswa pesisir Kuala Baru (Ipema-Kuba) Banda Aceh, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, segera menuntaskan pembangunan jalan Singkil-Kuala Baru hingga ke Bulohseuma, Aceh Selatan. Mengingat masyarakat, sangat membutuhkan jalan dimaksud guna membuka keterisoliran dari daerah lain.
Heri Candra, Ketua Ipema-Kuba Banda Aeh, dalam surat elektronik yang diterima Serambi, Senin (25/6) mengatakan, pembangunan jalan tersebut, sejak zaman almarhum Bupati Makmur Syaputra, sudah dinyatakan sebagai prioritas. Namun kini, proses pembangunan malah tersendat-sendat. “Kami menilai Pemkab Aceh Singkil, tidak serius dan terkesan pembangunan jalan ke Kuala Baru hanya proyek PL. Pada hal jalan itu, alternatif untuk membuka perekonomian masyarakat Singkil,” kata Heri.
Menurut Heri, masyarakat Kuala Baru, bersedia membantu pembangunannya jalan tersebut, agar cepat tuntas. Termasuk dana PNPM Mandiri, empat desa di Kecamatan Kuala Baru, rela diarahkan membantu anggaran pemerintah dalam penimbunan, pembuatan beronjong dan pengadaan rakit yang mencapai ratusan juta rupiah. “Artinya masyarakat sudah sangat ambisius menanti pemkab, segera membangun jalan itu dalam bentuk pengerasan atau aspal hitam,” ujarnya.
Sejak tiga tahun terakhir Pemkab Aceh Singkil telah menetapkan, pembanguan jalan Kuala Baru-Bulohseuma, Aceh Selatan menjadi perioritas. Berbagai upaya, loby sudah dilakukan, agar jalan yang di beberapa titik masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser itu mendapat persetujuan. Sayangnya setelah izin diperoleh, sekitar dua tahun lalu, pembangunan jalan belum juga tuntas.(c39)
Heri Candra, Ketua Ipema-Kuba Banda Aeh, dalam surat elektronik yang diterima Serambi, Senin (25/6) mengatakan, pembangunan jalan tersebut, sejak zaman almarhum Bupati Makmur Syaputra, sudah dinyatakan sebagai prioritas. Namun kini, proses pembangunan malah tersendat-sendat. “Kami menilai Pemkab Aceh Singkil, tidak serius dan terkesan pembangunan jalan ke Kuala Baru hanya proyek PL. Pada hal jalan itu, alternatif untuk membuka perekonomian masyarakat Singkil,” kata Heri.
Menurut Heri, masyarakat Kuala Baru, bersedia membantu pembangunannya jalan tersebut, agar cepat tuntas. Termasuk dana PNPM Mandiri, empat desa di Kecamatan Kuala Baru, rela diarahkan membantu anggaran pemerintah dalam penimbunan, pembuatan beronjong dan pengadaan rakit yang mencapai ratusan juta rupiah. “Artinya masyarakat sudah sangat ambisius menanti pemkab, segera membangun jalan itu dalam bentuk pengerasan atau aspal hitam,” ujarnya.
Sejak tiga tahun terakhir Pemkab Aceh Singkil telah menetapkan, pembanguan jalan Kuala Baru-Bulohseuma, Aceh Selatan menjadi perioritas. Berbagai upaya, loby sudah dilakukan, agar jalan yang di beberapa titik masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser itu mendapat persetujuan. Sayangnya setelah izin diperoleh, sekitar dua tahun lalu, pembangunan jalan belum juga tuntas.(c39)
Editor : hasyim
