- Polisi Kembalikan Dua Siswa SMKN ke Sekolah
- HTI Delar Aksi Tolak RUU Ormas
- Rumah Ketua OKP Dilempar Granat
- Truk Pembawa Pupuk Terjungkal
- Tersapu Badai, Boat Karam Perairan Singkil
- Masjid Dirusak, Kerusuhan di Burma
- Anggota TNI Tusuk Kapolsek Martapura
- Formasi CPNS 2013 Hanya 60.000
- Muzakir Manaf Tanggapi Insiden Terkait Abu Razak
- Pormas Taklukkan Aron Putra
SERAMBINEWS.COM, TANGERANG SELATAN - Muhidin alias Picuh (35) yang terluka saat gardu sebuah organisasi massa diserang sekelompok orang, pada Rabu (27/6/2012) dini hari tadi, akhirnya meninggal dunia. Kondisinya memprihatinkan dengan luka di dada, perut, dan kepala.
Gardu itu berlokasi di rumah toko (ruko) Sabar Ganda, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten dini hari tadi.
Hingga Rabu pukul 17.00, Kepala Kepolisian Sektor Pondok Aren Komisaris Parmono tidak mau berkomentar tentang peristiwa itu. Dia tidak menjawab meski sudah berulangkali ditelepon. Pesan singkat yang dikirim pun tidak dijawab.
Sejauh keterangan yang dihimpun Wartawan, peristiwa penyerangan itu terjadi sekitar pukul 00.30.
Sekelompok pria bersepeda motor datang ke posko Ormas itu dan langsung menyerang secara membabi buta. Saat itu, dalam posko terdapat sejumlah anggota Ormas dan warga. Mereka nongkrong malam hingga dini hari. Serangan mendadak membuat sejumlah anggota Ormas dan warga dalam posko menjadi panik. Mereka kabur menyelamatkan diri.
Muhidin alias Picuh terlambat kabur sehingga dia menjadi sasaran penyerangan kelompok tersebut.Muhidin terkapar bersimbah darah. Sementara kelompok penyerang langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.
