Tenaga Medis Pertanyakan Uang Jasa ke Bupati
Rabu, 27 Juni 2012 13:00 WIB
Share |
JEURAM - Sebanyak 30 orang tenaga medis yang mewakili berbagai profesi di RSUD Nagan Raya, Selasa (26/6) sekitar pukul 11.00 WIB mendatangi kantor bupati di Kompleks Perkantoran Suka Makmue untuk mempertanyakan uang jasa medis, dan honor dokter spesialis yang sudah tiga bulan belum disalurkan oleh DPKKAD setempat.

Sebelum menjumpai bupati, para tenaga medis terlebih dahulu mempertanyakan hak mereka pada manajemen RSUD. Namun karena tidak didapat jawaban memuaskan, akhirnya mereka mengadu ke bupati.

“Kedatangan perwakilan pegawai medis di rumah sakit ke kantor bupati guna mempertanyakan hak mereka yang belum dibayarkan oleh manajemen RSUD. Bagaimana kita bayarkan kalau hak pegawai masih ditahan oleh Pemkab,” kata Kepala Tata Usaha RSUD Nagan Raya Firdaus SKM menjawab Serambi, kemarin.

Firdaus juga menjelaskan, belum dibayarnya uang jasa medis, dokter spesialis serta bahan habis pakai oleh pihak DPKKAD Nagan Raya sebesar Rp 800 juta selama tiga bulan itu, karena sebelumnya manajemen RSUD tidak bisa menunjukkan bukti Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dua unit sepeda motor dinas yang dibeli dalam tahun anggaran 2005/2006 lalu yang bersumber dari APBK.

Penahanan uang jasa medis itu, kata Firdaus, menyebabkan pegawai di RSUD Nagan Raya termasuk dokter spesialis, dokter praktek serta biaya habis pakai dan uang makan pasien hingga kini tidak bisa diamprah. Sehingga menyebabkan pihak rumah sakit tertunggak utang mencapai ratusan juta rupiah.

“Bahkan untuk pembelian tabung oksigen saja, hingga kini masih terutang pada pihak ketiga karena ketiadaan uang. Namun karena besarnya toleransi yang diberikan, akhirnya pihak pengusaha sampai kini masih bersedia memberikan tabung oksigen guna memaksimalkan pelayanan pasien di rumah sakit setempat,” katanya.

Ia berharap persoalan ini segera ada solusinya, sehingga pelayanan kepada pasien di rumah sakit bisa berjalan semakin baik. “Karena tidak mungkin pasien ditelantarkan akibat adanya tunggakan utang ini,” kata Firdaus.(edi)

* tanggapan bupati
Harus Segera Diselesaikan


PENJABAT (Pj) Bupati Nagan Raya H Azwir SSos yang ditanyai Serambi, kemarin siang mengaku kedatangan para petugas medis di RSUD itu untuk meminta agar hak mereka dibayarkan oleh DPKKAD. Karena dana tersebut sangat dibutuhkan untuk kelancaran tugas dan pelayanan masyarakat di rumah sakit.

Azwir mengatakan, ia baru mengetahui persoalan itu setelah dilaporkan oleh petugas medis. Namun ia mengaku tetap memerintahkan jajaran pemerintah di kabupaten setempat supaya segera menangani masalah itu. “Saya sudah perintahkan Sekda dan DPKKAD supaya segera menyelesaikanpersoalan ini, dan minta tidak dibiarkan berlarur-larut,” kata H Azwir.(edi)

* tanggapan sekda
Bulan Depan Dibayar


SEKDA Nagan Raya Drs HT Zamzami TS MM yang menghubungi Serambi, kemarin siang via telepon selular sekitar pukul 15.19 WIB mengaku persoalan itu disampaikan para petugas medis supaya tidak ada kesenjangan antara dokter dan pegawai, pemerataan honoree jasa medis, serta berbagai persoalan lainnya.

Sekda T Zamzami mengaku akan menyelesaikan persoalan itu untuk disesuaikan dengan aturan dan payung hukum yang ada. “Menyangkut dengan uang para pegawai, belum disalurkan karena belum habis masa triwulan dalam bulan Juni ini. Namun bulan depan sudah kita bayarkan,” katanya.(edi)

Editor : hasyim