Ormas Islam Indonesia Desak Pemerintah Myanmar Lindungi Minoritas Muslim
Kamis, 28 Juni 2012 20:24 WIB
Share |
20110407_bedu.jpg
Dok Litbang Serambi | SERAMBI/BEDU SAINI
Seribuan dari pelajar SMP/SMA, Ormas Islam, Mahasiswa, Organisasi Guru, dan Organisasi Pemuda di Banda Aceh, menggelar aksi damai di halaman kantor gubernur Aceh, Kamis (7/4). Mereka mendesak Pemerintah Aceh dan aparat penegak hukum untuk menindak dan membubarkan aliran sesat yang berkembang di Aceh, terutama komunitas ajaran "Millata Abraham".
SERAMBINEWS.COM - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang merupakan gabungan 13 ormas Islam besar di Indonesia mengutuk konflik umat beragama di Myanmar yang menelan korban komunitas muslim Ronghya. LPOI mendesak pemerintah Myanmar segera menghentikan pertikaian tersebut.

"Kami mendesak pemerintah Myanmar untuk melindungi kaum minoritas muslim,"ujar Said Agil Siradj, Ketua LPOI yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta, Kamis (28/06/2012).


Selain itu, LPOI juga mendesak pemerintah Myanmar untuk memberikan pelayanan yang manusiawi kepada para pengungsi akibat kekerasan tersebut. Otoritas yang berkuasa di Myanmar hendaknya menindak tegas pelaku dan otak pelaku dari kekejaman tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di Myanmar.


"Kami menyerukan diakhirinya segala bentuk pelanggaran HAM di Myanmar, diskriminasi atas dasar sentimen keagamaan dan mendesak pemerintah Myanmar untuk menjamin kemerdekaan beragama bagi kalangan minoritas Muslim," tambahnya.


Presiden Myanmar, Thein Sein, mengumumkan kondisi gawat darurat di negara bagian Rakhine pada pekan kedua bulan ini. Setidaknya 17 orang tewas dan ratusan rumah rusak dalam kekerasan sektarian yang melibatkan umat Budha dan Muslim di kawasan barat Myanmar tersebut. Pemerintah sebelumnya juga telah memberlakukan jam malam di empat kota di Rakhine guna menghindari pertikaian lanjutan.


Rakhine didominasi umat Budha namun merupakan salah satu kawasan di Myanmar dengan jumlah umat Muslim yang besar. Jumlah umat Muslim di Myanmar diperkirakan sekitar 4 persen dari total jumlah penduduk yang mencapai 60 juta jiwa.

Editor : mufti
Sumber : Kompas.com