Bupati: PNS Wajib Netral
Jumat, 29 Juni 2012 13:58 WIB
Berita Terkait
- Polisi Amankan Lokasi Launching Pilkada Subulussalam
- Isu Demo Warnai Launching Pilkada Subulussalam
- 80 Honorer K-1 di Aceh Jaya Lulus
- Parpol Dafatarkan Calegnya ke KIP Aceh Tenggara
- Gerindra Pidie Daftarkan 40 Caleg
- PBB Siapkan 81 Caleg Untuk DPRA
- Lagi, Parpol Daftarkan Caleg
- PNS Aceh Timur Kumpulkan Darah 30 Kantong
- Pelamar Calon PKH Dinsos Pijay Membludak
- Saifuddin Gani Mendaftar Ke KIP
PJ Bupati Aceh Barat, H Ridwan Hasan SH MM meminta kepada seluruh aparatur pemerintah hingga ke level desa, untuk bersikap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis dalam pilkada putaran kedua yang akan berlangsung 2 Juli mendatang. PNS tidak boleh mendukung, menjadi tim sukses, maupun terlibat dalam kegiatan kampanye.
Hal itu ditegaskan Ridwan Hasan pada kegiatan Gerakan Nasioanl Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) ke-9 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-40 yang dilaksanakan di Desa Deauh Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Kamis (28/6). “Saya ingin menyampaikan pesan agar aparatur pemerintah hingga ke level gampong agar netral, sebab akan diikuti oleh dua pasangan calon bupati/calon wakil bupati,” ujar Ridwan Hasan.
Ia juga menyampaikan pencanangan bulan bakti gotong royong didasari itikat pemerintah untuk penyeimbangkan upaya pendistribusian sumber daya seperti program maupun bantuan baik dari pemerintah daerah maupun dari pemerintah provinsi. Karena itu dengan kegiatan ini mari memperkuat kembali pola hidup gotong royong serta partisipasi kaum perempuan.(riz)
Hal itu ditegaskan Ridwan Hasan pada kegiatan Gerakan Nasioanl Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) ke-9 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-40 yang dilaksanakan di Desa Deauh Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Kamis (28/6). “Saya ingin menyampaikan pesan agar aparatur pemerintah hingga ke level gampong agar netral, sebab akan diikuti oleh dua pasangan calon bupati/calon wakil bupati,” ujar Ridwan Hasan.
Ia juga menyampaikan pencanangan bulan bakti gotong royong didasari itikat pemerintah untuk penyeimbangkan upaya pendistribusian sumber daya seperti program maupun bantuan baik dari pemerintah daerah maupun dari pemerintah provinsi. Karena itu dengan kegiatan ini mari memperkuat kembali pola hidup gotong royong serta partisipasi kaum perempuan.(riz)
Editor : hasyim
