Delapan Penumpang Minibus Tewas Masuk Jurang
Jumat, 29 Juni 2012 08:46 WIB
Berita Terkait
- Dua Mahasiswi Tewas Kecelakaan di Bireuen
- Pengemudi Becak Tewas
- Mayat Sopir L-300 Terjun ke Jurang Ditemukan
- Mayat Bocah Korban Mobil Jatuh Nyangkut di Sekelang
- Pencarian Korban Mobil Jatuh Selama Lima Hari
- Lagi, Korban Mobil Jatuh Ditemukan Mengapung
- Kondisi Korban Kesetrum Listrik mulai Membaik
- Lagi, Korban Mobil Terjun ke Jurang Ditemukan
- Korban Mobil Jatuh Warga Binjai
- Korban Mobil Terjun ke Jurang Kembali Ditemukan
* Warga Malaysia Turut Menjadi Korban
MEDAN - Delapan orang dipastikan tewas seketika setelah minibus L-300 yang mereka tumpangi masuk jurang di kawasan Danau Toba, Sibaganding, Kecamatan Girsangsipanganbolon, Simalungun, Kamis (28/6) dini hari. Petugas kesulitan mengangkut korban dari dasar jurang, sehingga proses evakuasi terpaksa dilakukan dengan cara menurunkan korban ke Danau Toba.
Kecelakaan tunggal berujung maut itu diduga kuat terjadi sekira pukul 05.00 WIB, akibat keruskan pada rem. Minibus berpelat hitam yang beroperasi sebagai Taksi Kita Besama (TKB) BK 1170 XO, itu mengangkut 12 penumpang dari Panyabungan, Kabupaten Mandailingnatal (Madina), dengan tujuan Medan. Namun, ketika melintasi jalur Danau Toba, sopir minibus tak mampu mengendalikan laju mobil hingga akhirnya masuk jurang.
Anggota Tim SAR, Jam Sinaga, memperkirakan kedalaman jurang itu 150 meter, sehingga menyulitkan tim evakuasi yang terdiri dari sukarelawan, polisi, dan TNI menembus lokasi jatuhnya mobil. Ia mengatakan, bangkai mobil menyangkut di pepohonan jurang, sehingga proses evakuasi dilakukan sangat hati-hati demi menghindari korban selamat jatuh ke Danau Toba.
“Hampir empat jam kami baru bisa menembus lokasi. Medannya sangat sulit dijangkau,” kata Jam Sinaga.
Kapolres Simalungun, AKBP M Agus Fajar, mengakui beratnya medan yang harus dilalui tim evakuasi. Bahkan, setelah memasuki pukul 14.00 WIB, petugas belum mengevakuasi seluruh korban. Dalam kasus itu, Bagindamengatakan pihaknya mendahulukan korban selamat.
“Korban selamat kami dahulukan, apalagi ada anak-anak di dalam bus,” kata Agus.
Warga Malaysia
Agus memastikan, insiden itu merenggut delapan korban jiwa, satu orang di antaranya merupakan warga negara Malaysia bernama Zaidun bin Basir (68). Korban yang memegang paspor 23688907 itu, datang ke Indonesia sejak 1 Juni lalu. Sementara identitas tujuh korban lainnya belum diketahui karena proses evakuasi masih terus dilakukan.
“Evakuasi masih berlangsung, jadi belum tahu identitas tujuh korban lainnya,” kata Agus.
Sulitnya lokasi itu membuat petugas mengubah taktik evakuasi. Awalnya, evakuasi dilakukan dengan cara menjemput satu persatu korban dari jurang untuk diangkut ke atas. Karena dianggap tidak efisien, taktik itu diubah dengan cara menurunkan korban ke Danau Toba untuk kemudian diangkut menggunakan perahu ke darat.
Empat korban selamat masing-masing sopir cadangan, Marwan Lubis (23), warga Madina, Sarno (42), serta dua kakak-beradik Meynanur (10) dan Sakti Awi (5), telah dibawa ke Pematangsiantar untuk dirawat di RS Vita Insani. Sementara jasad korban yang telah dievakuasi langsung disemayamkan di RSU Parapat.(rw)
Editor : hasyim
