Wagub: SKPA jangan Takut Lapor Gangguan
Jumat, 29 Juni 2012 14:31 WIB
Share |

* Termasuk soal Pajak Nanggroe


BANDA ACEH - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf menyerukan kepada semua Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) agar jangan  takut, enggan, ataupun ragu-ragu melaporkan kepadanya jika ada gangguan pihak tertentu yang dapat menghambat percepatan pelaksanaan proyek APBA 2012 di lapangan.

“Misalnya ada pihak yang minta pajak nanggroe, tolong dilaporkan kepada kami,” ujarnya setengah berseloroh dalam kata pengarahannya pada acara rapat evaluasi pelaksanaan paket-paket proyek APBA 2012 di Ruang Rapat P2K Setda Aceh, Kamis (28/6).

Ketua Pengendali Percepatan Kegiatan (P2K) Pelaksanaan APBA Setda Aceh, dr Taqwallah MKes seusai rapat kepada Serambi mengungkapkan, rapat evaluasi pelaksanaan APBA 2012 untuk bulan Juni itu, dibuka oleh Sekda Aceh, T Setia Budi. Kemudian dilanjutkan pengarahan dari Gubernur dr Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf.

Dalam pengarahannya, dr Zaini Abdullah meminta Kepala SKPA untuk bekerja lebih baik lagi dan terus meningkatkan kinerjanya, terutama SKPA yang hingga bulan Juni ini masih berapor merah.

Selanjutnya, Zaini juga mengingatkan kepada semua Kepala SKPA untuk tidak membuat laporan palsu. Maksudnya, antara yang dilaporkan dengan yang ada di lapangan tidak sesuai. Laporkan realisasi fisik proyek sesuai dengan yang terjadi di lapangan, begitu juga laporan keuangannya, jangan ada rekayasa.

Peringatan yang hampir serupa juga disampaikan Wagub Aceh, Muzakir Manaf yang dilantik Mendagri 25 Juni lalu. Ia meminta semua Kepala SKPA untuk tidak takut dan ragu-ragu melaporkan gangguan yang dihadapi SKPA maupun rekanan dalam melaksanakan paket-paket proyek fisik dan pengadan barang APBA 2012.

Ia menekankan tidak boleh ada pungutan-pungutan ilegal dalam pelaksanaan paket-paket proyek APBA. “Jika ada yang ingin menekan dan melakukannya, tolong segera laporkan ke saya, agar segera dicarikan solusinya, sehingga proyek tersebut bisa selesai tepat waktu, dengan kualitas yang baik pula,” ujarnya.

Sebagaimana diamanahkan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, ulas Muzakir, semua proyek APBA 2012 yang dikerjakan SKPA harus bermutu agar rakyat puas menerimanya dan tidak kecewa.

Sementara itu, Sekda Aceh, T Setia Budi mengingatkan, SKPA yang masih berapor merah, segera meningkatkan kinerjanya agar pada bulan Juli mendatang rapor pelaksanaan paket fisik proyek APBA 2012-nya tidak merah lagi.

Disebutkan, akibat masih banyak SKPA yang berapor merah, sehingga realisasi fisik proyek APBA 2012 yag ditargetkan pada Juni 2012 baru mencapai 27 persen atau masih minus 8 persen dari yang ditargetkan bulan ini sebesar 35 persen. Begitu juga keuangan, baru mencapai 24,27 persen, atau minus 10,73 persen.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh, Ir Rizal Aswandi mengatakan, rapor kinerja APBA dinasnya masih merah, terutama realisasi keuangan, disebabkan banyak rekanan yang belum mencairkan uang muka kerjanya.

Selain itu, karena banyak paket proyek yang harus ditender ulang dan baru penandatanganan kontrak. Kondisi ini membuat daya serap keuangan dan fisik masih rendah. Tapi, untuk bulan depan, ia optimis daya serap keuangan bisa meningkat.

Ungkapan dan alasan hampir senada juga dilontarkan Kadis Pengairan Aceh, Eko Slamet Purwadi dan Kadishubkomintel Aceh, Prof Dr Yuwaldi Away MSc. Kedua Kepala SKPA ini mengatakan, rapor kinerja APBA-nya sudah tidak merah lagi, namun kendala yang dihadapi di lapangan masih cukup banyak.

Eko dan Yuwaldi mengatakan, mereka sekarang telah lega, karena Wagub Muzakir Manaf telah menyerukan kepada semua Kepala SKPA untuk tidak takut dan ragu-ragu melaporkan kepada dirinya, jika ada pihak tertentu yang mengganggu  pelaksanaan percepatan proyek APBA 2012 di lapangan.

Pernyataan Muzakir Manaf itu, tidak hanya menyenangkan SKPA, tapi juga rekanan yang sedang melaksanakan paket proyek fisik bisa bekerja lebih fokus, tenang, dan nyaman untuk bisa menyelesaikan proyeknya tepat waktu dan berkualitas. (her)

Editor : hasyim