Congek Bisa Sebabkan Kematian
Minggu, 1 Juli 2012 09:02 WIB
Berita Terkait
- Warga Pusong Minta Pelayanan Pustu Dimaksimalkan
- Membuang Uang demi Merokok
- Nazilaturrahmah Penderita Thalassemia di Aceh
- Stres dalam Bekerja Picu Penyakit Jantung
- Diet Puasa Dua Hari Mulai Populer
- Perdossi Aceh Gelar Koferensi Stroke
- Sinar Matahri Berlebih Akibatkan 'Selaput Mata'
- Bupati Galus Nilai Dinkes Gagal
- Puskesmas Lawe Sigala Bantu Pustu
- Makin Bodoh? Jangan Salahkan Usia Anda!
Jangan remehkan flu yang sering menyerang anak-anak Anda, karena bisa-bisa flu yang berkepanjangan dapat menyebabkan ganggguan pada telinga bagian tengah hingga bagian dalam yang memungkinkan timbulnya penyakit congek (Otitis Media Supuratif Kronis) atau OMSK. Pada kasus-kasus berat, penyakit congek--disebut tuengkiek dalam bahasa Aceh--dapat menyebabkan kehilangan pendengaran secara permanen (ketulian), bila tidak segera ditangani dengan tepat.
Penyakit congek tidak cuma menyerang anak-anak di bawah umur. Orang dewasa juga tidak luput dari penyakit congekan. Khusus pada anak-anak, penyakit congekan sering dianggap enteng oleh orangtua, sehingga dianggap penyakit biasa, padahal congekan dapat menyebabkan peradangan otak (meningitis) dan menyebabkan komplikasi penyakit lainnya, bahkan kematian. “Bila seorang kehilangan pendengaran, maka penderita tidak dapat berkomunikasi (tuna wicara) dan tidak memahami bahasa hingga dewasa,” kata Ketua Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Aceh dr Iqbal Ismail MKes SpTHT-KL, Sabtu (30/6), di RSUZA Banda Aceh.
Dikatakan, serangan penyakit congek terjadi sejak usia balita hingga dewasa yang disebabkan oleh bakteri, sehingga gendang telinga bernanah hingga menyebabkan kebocoran. Di Provinsi Aceh kasus ini cukup tinggi yang dibuktikan dengan tingginya tingkat kunjungan pasien congek pada poliklinik SMF telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. “Sepanjang setahun terakhir, rata-rata kunjungan pasien congek mencapai 100 hingga 150 pasien per hari. Banyak penyakit congekan yang tidak dilaporkan ke Dinas Kesehatan Aceh dan RSUZA Banda Aceh, sehingga tidak dapat terdeteksi,” kata dr Iqbal Ismail MKes SpTHT-KL.
Otitis Media sering diawali dengan infeksi pada saluran pernapasan atas (ISPA) seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius. Saat bakteri melalui saluran Eustachius, ia dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran, dan datangnya sel-sel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah.
RSUZA Bisa Tambal Gendang Telinga
Pada gendang telinga dengan robek yang tidak terlalu besar, bisa dilakukan operasi penutupan gendang telinga setelah infeksi sembuh. Pada kasus infeksi telinga yang sudah berlangsung lama dan berulang, biasanya gendang telinga sudah tidak ada lagi. Untuk kasus semacam ini umumnya sulit dilakukan penutupan gendang. Saat ini operasi penutupan lubang gendang telinga sudah dapat dilakukan di RSUZA Banda Aceh, sejak enam bulan terakhir. “Bagi masyarakat Aceh penderita congek dan gendang telinga sudah berlubang, dianjurkan datang langsung ke RSUZA,” ujar Iqbal Ismail, yang juga dosen THT pada Fakultas Kedokteran (FK) Unsyiah. (min)
Penyakit congek tidak cuma menyerang anak-anak di bawah umur. Orang dewasa juga tidak luput dari penyakit congekan. Khusus pada anak-anak, penyakit congekan sering dianggap enteng oleh orangtua, sehingga dianggap penyakit biasa, padahal congekan dapat menyebabkan peradangan otak (meningitis) dan menyebabkan komplikasi penyakit lainnya, bahkan kematian. “Bila seorang kehilangan pendengaran, maka penderita tidak dapat berkomunikasi (tuna wicara) dan tidak memahami bahasa hingga dewasa,” kata Ketua Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Aceh dr Iqbal Ismail MKes SpTHT-KL, Sabtu (30/6), di RSUZA Banda Aceh.
Dikatakan, serangan penyakit congek terjadi sejak usia balita hingga dewasa yang disebabkan oleh bakteri, sehingga gendang telinga bernanah hingga menyebabkan kebocoran. Di Provinsi Aceh kasus ini cukup tinggi yang dibuktikan dengan tingginya tingkat kunjungan pasien congek pada poliklinik SMF telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. “Sepanjang setahun terakhir, rata-rata kunjungan pasien congek mencapai 100 hingga 150 pasien per hari. Banyak penyakit congekan yang tidak dilaporkan ke Dinas Kesehatan Aceh dan RSUZA Banda Aceh, sehingga tidak dapat terdeteksi,” kata dr Iqbal Ismail MKes SpTHT-KL.
Otitis Media sering diawali dengan infeksi pada saluran pernapasan atas (ISPA) seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius. Saat bakteri melalui saluran Eustachius, ia dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran, dan datangnya sel-sel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah.
RSUZA Bisa Tambal Gendang Telinga
Pada gendang telinga dengan robek yang tidak terlalu besar, bisa dilakukan operasi penutupan gendang telinga setelah infeksi sembuh. Pada kasus infeksi telinga yang sudah berlangsung lama dan berulang, biasanya gendang telinga sudah tidak ada lagi. Untuk kasus semacam ini umumnya sulit dilakukan penutupan gendang. Saat ini operasi penutupan lubang gendang telinga sudah dapat dilakukan di RSUZA Banda Aceh, sejak enam bulan terakhir. “Bagi masyarakat Aceh penderita congek dan gendang telinga sudah berlubang, dianjurkan datang langsung ke RSUZA,” ujar Iqbal Ismail, yang juga dosen THT pada Fakultas Kedokteran (FK) Unsyiah. (min)
Editor : bakri
