Final Ideal
Minggu, 1 Juli 2012 09:36 WIB
Share |
FINAL Piala Eropa 2012 ini menyuguhkan final idaman. Sejak awal kompetisi publik menginginkan Spanyol melaju ke laga puncak. Kemudian Italia juga tak kalah kualitas dengan menenggelamkan favorit juara lainnya, Jerman, di semifinal.

Berbekal juara Eropa 2008 dan Juara Dunia 2010, Spanyol tidak perlu takut saat menghadapi Italia dalam pertandingan final Euro 2012 di Olympic Stadium, Kiev, Ukraina, Senin (2/7) dinihari.

Sedangkan di sisi berbeda, Italia mengawali perjalanan ke laga final ini, sejak kualifikasi dan penyisihan, memiliki rekor hanya sekali menelan kekalahan. Bahkan penampilan mereka semakin gemilang saat mengalahkan Inggris dan menekuk Jerman 2-1 di semifinal.

Walaupun Matador melaju ke final dengan predikat favorit juara, Pelatih Italia, Cesare Prandelli meyakini timnya akan memberikan kesulitan besar di partai pamungkas Euro 2012 Polandia-Ukraina ini.

“Kita hanya punya waktu sehari untuk mempersiapkan pertandingan final ini. Tapi kami akan berusaha untuk menemukan kelemahan Spanyol. Saya yakin semua tim memiliki titik lemah,” kata Prandelli di situs Football Italia.

“Mereka itu juara dunia dan Eropa. Karena itu, semua orang memujinya. Tapi kami telah tumbuh dan kita tidak harus takut pada mereka. Kita harus memiliki kekuatan untuk menghadapi mereka dengan ide-ide cemerlang dan permainan berkualitas,” tambahnya.

Prandelli juga punya striker Mario Balotelli yang membuat Jerman menangis. Sementara Andrea Pirlo sangat memahami turnamen sekelas Piala Eropa. Meski terhitung veteran, ia masih memiliki kualitas tinggi sebagai playmaker.

“Kami yakin bisa menang. Kami punya Ballotelli yang sangat kuat di depan. Kemudian ada Pirlo yang sungguh luar biasa. Meski tak muda, tapi ia seperti bermain di umur 25 tahun,” kata kiper dan Kapten Italia, Gianluigi Buffon.

Legenda Timnas Denmark dan Manchester United, Peter Schemeicel, juga menyebut Italia memiliki kans juara. Hal itu diungkap kepada wartawan Tribun, Husein Sanusi, di Kiev, kemarin.

“Italia tim punya kans besar jadi juara, mereka bermain bagus,  Anda saksikan bagaimana mereka mengalahkan Jerman. Saya pikir

Andrea Pirlo adalah kunci sukses Italia di final nanti. Pirlo bermain dengan imajinasi. Dia akan berhadapan Xavi Hernandez, Xabi Alonso, dan Andres Iniesta. Kita akan melihat bagaimana nanti para gelandang kelas dunia mengukir karya seni,” ungkapnya.

Mereview pertemuan terdahulu di penyisihan grup, Spanyol dan Italia hanya membagi angka imbang 1-1. Namun Italia cukup belajar karena terbukti mampu mencetak gol lebih dahulu memanfaatkan gagalnya jebakan off-side Spanyol.

Merujuk hal itu, Prandelli akan tetap mempercayakan lini tengah pada empat pemain dengan formasi diamond. Italia akan menurunkan Pirlo sebagai gelandang pengatur serangan. Lalu Danielle De Rossi di sisi kiri, Claudio Marchisio di kanan, dan trequartista Ricardo Montolivo. Tiago Motta dan Antonio Nocerino disiapkan sebagai pelapis.

Untuk lini depan, Prandelli akan tetap mempercayakan kepada duet Mario Balotelli dan Antonio Cassano yang akhirnya menjadi kombinasi maut. Super Mario telah mencetak tiga gol dan membawanya bisa meraih gelar top skor. Belajar dari laga pertama, Italia bisa mencetak gol dengan umpan-umpan datar khas milik Pirlo atau Montolivo. Buktinya hal itu berhasil dilakukan ketika melawan Jerman.

Di kubu juara bertahan, kegagalan Negredo membuat Del Bosque bergerak cepat menggantikannya dengan Cesc Fabregas. Saat itu Spanyol memainkan pola 4-6-0 dan kemungkinan akan mempertahankan skema ini melawan Italia.

Del Bosque kemungkinan tak akan menyingkirkan Fabregas, pemain yang memberikan Spanyol tiket final. Fernando Torres yang menjadi pemain cadangan mati lawan Portugal, kemungkinan melawan Italia tetap di posisi yang sama.

Dengan model menumpuk 5-6 gelandang, tentu ini menguntungkan Italia. Apalagi Italia punya Pirlo yang memiliki skill menawan dalam mengolah bola. Bahkan tercatat, gelandang yang pernah mengantarkan AC Milan juara Liga Champions Eropa itu telah tiga kali menjadi pemain terbaik alias man of the match dari lima laga yang telah dimainkan Italia.(tribunnews.com/rif)

Editor : bakri