Rabu, 10 Juni 2026

Konsultasi Kesehatan

Haruskah Amandel Dioperasi?

Assalamualaikum. Pak dokter yang terhormat. Saya mempunyai anak berusia 7 tahun, setiap bulan ia selalu mengalami demam, batuk, dan pilek

Tayang:
Editor: bakri
Oleh  dr Azwar Ridhwan  Sp.MK. Sp.THT-KL, Divisi  Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher IDI Kota Banda Aceh

Assalamualaikum. Pak dokter yang terhormat. Saya mempunyai anak berusia 7 tahun, setiap bulan ia selalu mengalami demam, batuk,  dan pilek. Dokter memvonisnya  menderita radang tenggorokan (amandel). Dalam satu bulan, saya harus membawanya ke dokter 2 - 3 kali dan sudah tak terhingga berapa banyak obat yang telah dikonsumsinya. Setelah diobati keluhan ini hanya sembuh beberapa saat, lalu amandelnya kambuh lagi. Hal ini selalu mengganggu aktivitas belajarnya, karena  saya  harus  menjemputnya di sekolah lantaran demam. Yang ingin saya tanyakan, mengapa hal ini terus berulang,  padahal kami selalu berobat ketika sakitnya kambuh. Apakah amandelnya harus dioperasi?  Terima kasih atas penjelasan dokter

Mutia, Rukoh

JAWAB
Waalaikumsalam. Ibu Mutia yang baik. Saya turut prihatin atas apa yang menimpa anak ibu. Dapat saya jelaskan bahwa amandel dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah  tonsil palatina. Tonsil palatina adalah salah satu jaringan limfoid yang terletak pada lekukan tonsil di kedua sudut rongga mulut. Tonsil mempunyai 2 fungsi utama yaitu1) menangkap dan mengumpulkan bahan asing dengan efektif; 2) sebagai organ utama produksi antibody.

Oleh karena itu, amandel atau tonsil berfungsi sebagai penangkap dan mengumpulkan benda asing/kotoran dan kuman, serta berperan sebagai benda yang memproduksi antibodi. Rongga mulut merupakan rongga yang terbuka terhadap dunia luar dan berhubungan dengan saluran pernafasan dan saluran pecernaan. Kuman, baik bakteri atau virus serta benda asing lainnya dapat masuk melalui mulut kemudian dapat menyebabkan amandel/tonsil meradang, yang disebut tonsilitis. Pembesaran tonsil  dapat terjadi akibat radang yang disebabkan oleh infeksi kuman, yang kemudian kita sebut dengan “tonsillitis”. Penyakit ini dapat sembuh, disertai dengan pengecilan tonsil seukuran awal. Setiap terjadi peradangan oleh sebab infeksi kuman, tonsil akan membesar dan kembali mengecil. Namun frekuensi atau seringnya terjadi infeksi ini akan membawa tonsil ke pembesaran  yang tidak dapat kembali ke ukuran lazim,  sekalipun tidak lagi meradang. Hal ini kita sebut sebagai hypertrofi tonsil. Yang kemudian oleh awam disebut sebut dengan penyakit amandel.

Pembesaran tonsil (hypertrofi tonsil) yang menetap ini dapat menimbulkan sumbatan jalan pernapasan, serta gangguan menelan. Gangguan tersebut akan menyebabkan menurunnya oksigenasi, terutama ke otak. Nah, apakah harus dioperasi atau tidak, sangat tergantung pada kondisinya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved