Dua Tewas, 100 Luka dalam Pesta Spanyol
Pesta kemenangan Spanyol datang bersama kabar duka. Dua orang dinyatakan tewas dan 100 lebih lainnya luka-luka dalam perayaan
Di Algesiras, wilayah Selatan Spanyol, seorang pria tewas karena jatuh dari beranda rumahnya. Sepertinya pria itu tengah merayakan gol tim Matador saat pertandingan final antara Spanyol kontra Italia dan akhirnya jatuh.
“Dia sedang menyaksikan pertandingan dengan rekan-rekannya. Setelah Spanyol mencetak gol mereka sadar kalau dia tidak lagi bersama mereka. Dia ditemukan di tanah terjatuh dari balkon,” kata seorang wanita juru bicara yang mewakili Pemerintah Spanyol di Cadiz seperti dilansir The World Game.
Satu kematian lagi terjadi di Herguijuela, sebelah barat provinsi Extremadura. Sekelompok orang merayakan kemenangan Spanyol dengan loncat ke dalam kolam renang dan tenggelam.
Selain itu korban juga jatuh di kota Barcelona. Di kota kandang Andres Iniesta dan Xavi Hernandez ini tercatat ada 74 orang terluka. 21 di antaranya harus dilarikan ke Rumah Sakit. Bahkan dalam pernyataan resmi polisi setempat terdapat 21 orang yang ditahan.
Lain lagi dengan keadaan kota Valencia. Di sini tercatat 50 orang terluka karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Selain luka dan mabuk, ada juga kasus yang berbau rasial. Tiga orang dari suku Basque ditangkap karena menghina suporter tim Matador.
Sederhana di ruang ganti
Kondisi berbeda terlihat di ruang ganti tim Spanyol usai dikukuhkan sebagai juara Piala Eropa 2012 usai menaklukan ketangguhan Italia 4-0 di Kiev, Ukraina, Senin (2/7) dini hari WIB. Tim Matador mencatat sejarah baru sebagai tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara.
Ini merupakan gelar ketiga yang diraih oleh Andres Iniesta dkk, dalam tiga turnamen besar terakhir yang mereka ikuti. Sebelumnya Spanyol juga juara di ajang Euro 2008 dan Piala Dunia 2010.
Kebahagiaan tim Spanyol kemudian terus berlanjut hingga ke ruang ganti. Para pemain Spanyol mendapat kehormatangan kedatangan tamu agung, yakni Pangeran Felipe dari Kerajaan Spanyol.
Pangeran Felipe secara khusus memberi selamat pada pemain Spanyol yang telah berjuang memberikan yang terbaik bagi negaranya lewat sepak bola. Sebuah peristiwa langka dan istimewa bagi tiap pemain Spanyol bisa berbincang akrab dengan penerus tahta Kerajaan Spanyol tersebut.
Lalu, Bagaimana selebrasi skuad La Furia Roja saat masuk ke ruang ganti usai penyerahan trofi. Salah satu reporter UEFA.com, Graham Hunter, memiliki kesempatan langka untuk menyambangi pasukan Vicente Del Bosque saat pesta juara. Ternyata perayaan yang digelar tidak seheboh empat tahun lalu.
Nyanyian Campeones, Campeones, oe, oe, oe masih tetap berkumandang, namun tidak ada perayaan berlebihan atau sikap gila yang dilakukan pemain. Situasi di ruang ganti Olympic Stadium di Kiev pun semakin santai. Pemain tampak seperti baru pulang dari pekerjaan sehari-hari tanpa ada masalah sedikit pun di kantor.
Ruang ganti dipenuhi anak-anak pemain yang berlarian, menendang bola dan makan buah-buahan. Sedangkan pemain sibuk bermain dengan sang buah hati dengan masih mengenakan seragam timnas. Saat itu, hanya ada kebersamaan antara pemain. Tak ada perbedaan antara Barcelona, Real Madrid, Valencia atau Atletico Madrid.(vnc/ran/*)