Israel Tuduh Iran Lancarkan Serangan
Ketegangan antara Israel dengan Iran terus berlanjut akhir-akhir ini
"Teroris Iran tidak mengenal batas," kata Netanyahu seperti dikutip Kantor berita News dari AFP, Selasa (3/7/2012)
Tuduhan itu muncul setelah AS tahun lalu menuduh Iran merencanakan pembunuhan atas duta besar Saudi untuk Amerika Serikat.
"Setelah Iran mengirim agen-agennya untuk membunuh duta besar Saudi di wilayah AS, negara ini telah terlibat dalam serangan di Azerbaijan, Bangkok, di Tbilisi, di New Delhi, dan sekarang kami baru saja menemukan sebuah plot untuk serangan teroris di Afrika," kata Netanyahu.
"Masyarakat internasional harus berjuang melawan pemain utama dalam dunia terorisme," tambahnya.
Pada tanggal 25 Juni, pengadilan Kenya telah menuduh dua warga Iran atas kepemilikan secara ilegal 15 kilogram (33 pon) peledak kuat jenis RDX, namun keduanya membantah tuduhan tersebut.
Kementerian luar negeri Iran belum mengatakan apa-apa soal ini dan menolak untuk membuat komentar lebih lanjut.
Ketegangan antara Israel dengan Iran terus berlanjut akhir-akhir ini. Kemarin, Selasa (2/7/2012) sebuah ancaman keras keluar dari seorang komandan senior Republik Islam Iran yang mengultimatum rezim Zionis Israel akan segera dilenyapkan jika berani melancarkan agresi militer terhadap negerinya.
Ultimatum itu keluar dari Brigjen Amir Ali Hajizadeh, Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) divisi Aerospace. "Jika rezim Zionis bertindak salah, mereka berarti memberi kami alasan untuk melenyapkannya dari muka bumi ini." Ancam Hajizadeh, seperti dikutip kantor berita IRNA. (H)