Minggu Bahasa untuk Tingkatkan Mutu Lulusan
Rabu, 4 Juli 2012 09:04 WIB

PELAJAR MTsN Matangkuli, Aceh Utara mengikuti lomba gerak jalan di kecamatan tersebut. Foto direkm beberapa waktu lalu.
EMPAT guru sedang duduk di ruang penerimaan calon pelajar baru di gedung MTsN Matangkuli, Aceh Utara yang berlokasi di Desa Mee, kecamatan setempat, kemarin. Sampai kini, jumlah pendaftar di madrasah tersebut sebanyak 234 orang.
Madrasah tersebut didirikan tahun 1975 di Desa Keude Matangkuli. Saat itu, madrasah tersebut berstatus swasta dan hanya memilik tiga ruang berkontruksi kayu. Pada tahun 1995, sekolah itu dinegerikan dan mulai beraktivitas di gedung yang saat ini ditempati. Kini, madrasah itu terakreditasi dengan nilai B di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Utara.
Untuk meningkatkan kualitas lulusan, mulai Juli ini pihak madrasah akan melaksanakan program minggu bahasa. “Dalam Minggu bahasa seluruh murid, guru dan staf madrasah diwajibkan berbicara bahasa Inggris dan Arab. Misalnya, minggu pertama bahasa Inggris, minggu kedua bahasa Arab, lalu kembali ke bahasa Inggris lagi, begitu seterusnya. Tujuannya, agar pelajar terbiasakan menggunakan dua bahasa internasional itu,” ujar Kepala MTsN Matangkuli, Hamdani SAg, kepada Serambi, kemarin.
Selain itu, lanjut Hamdani, madrasah itu juga memiliki dua lokal inti. “Pelajar yang masuk lokal inti ini diseleksi setiap tahun. Mereka adalah pelajar berprestasi. Di lokal inti, guru mengajar menggunakan infokus. Sehingga, murid bisa melihat secara visual mata pelajaran yang diajarkan,” timpal Hamdani.
Ditambahkan, pihaknya terus berbenah meningkatkan kualitas lulusan. Seluruh guru yang mengajar di madrasah itu diharapkan mengajar dengan cara santai, menyenangkan, dan mudah dipahami pelajar. “Jika rencana ini berhasil kami terapkan, kami yakin kualitas lulusan madrasah kami tak kalah dengan lulusan sekolah di kota,” pungkas Hamdani. * masriadi sambo
Madrasah tersebut didirikan tahun 1975 di Desa Keude Matangkuli. Saat itu, madrasah tersebut berstatus swasta dan hanya memilik tiga ruang berkontruksi kayu. Pada tahun 1995, sekolah itu dinegerikan dan mulai beraktivitas di gedung yang saat ini ditempati. Kini, madrasah itu terakreditasi dengan nilai B di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Utara.
Untuk meningkatkan kualitas lulusan, mulai Juli ini pihak madrasah akan melaksanakan program minggu bahasa. “Dalam Minggu bahasa seluruh murid, guru dan staf madrasah diwajibkan berbicara bahasa Inggris dan Arab. Misalnya, minggu pertama bahasa Inggris, minggu kedua bahasa Arab, lalu kembali ke bahasa Inggris lagi, begitu seterusnya. Tujuannya, agar pelajar terbiasakan menggunakan dua bahasa internasional itu,” ujar Kepala MTsN Matangkuli, Hamdani SAg, kepada Serambi, kemarin.
Selain itu, lanjut Hamdani, madrasah itu juga memiliki dua lokal inti. “Pelajar yang masuk lokal inti ini diseleksi setiap tahun. Mereka adalah pelajar berprestasi. Di lokal inti, guru mengajar menggunakan infokus. Sehingga, murid bisa melihat secara visual mata pelajaran yang diajarkan,” timpal Hamdani.
Ditambahkan, pihaknya terus berbenah meningkatkan kualitas lulusan. Seluruh guru yang mengajar di madrasah itu diharapkan mengajar dengan cara santai, menyenangkan, dan mudah dipahami pelajar. “Jika rencana ini berhasil kami terapkan, kami yakin kualitas lulusan madrasah kami tak kalah dengan lulusan sekolah di kota,” pungkas Hamdani. * masriadi sambo
Editor : bakri
