Sabtu, 29 November 2014
Serambi Indonesia

Suara Jeritan Saat Ngesek Buat Orgasme

Rabu, 4 Juli 2012 07:21 WIB

Suara Jeritan Saat Ngesek Buat Orgasme
Ilustrasi
SERAMBINEWS.COM - Tahukan Anda bahwa suara teriakan (lenguhan) yang kerap terdengar dari petenis seksi Maria Sharapova, Nadal atau Federer dan petenis-petenis top dunia lainya ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton untuk menyaksikan aksi mereka di lapangan. Para penonton tidak hanya ingin melihat mereka bermain taktis dilapangan tapi juga lebih dari itu ingin mendengar suara lenguhan mereka yang keluar saat memukul bola, begitu seksi atau mengundang 'gairah'.

Suara lenguhan petenis wanita-wanita cantik dan lelaki tampan itu ternyata menjadi ajang khayalan sebagian orang yang menginginkan aktivitas seks 'liar' diatas ranjang dengan menghadirkan suara-suara teriakan khas ala Sharapova atau Federer.

Nah, dari lenguhan-lenguhan para petenis kesohor dunia itu, sebuah jajak pendapat dibuat oleh Lovehoney  bahwa suara teriakan bernada tinggi, jeritan terengah-engah dan melenguh tidak hanya perlu berlaku di lapangan tenis saja tapi sebagian perempuan dan laki-laki menginginkan pasanganya mengeluarkan suara-suara itu untuk 'membangkitkan gairah' saat melakukan aktivitas seks diatas ranjang. Suara-suara itu, sebut survey tersebut mampu membuat pasangan lebih cepat mencapai klimaks (orgasme).

Jajak pendapat itu menanyai 1.171 orang (566 perempuan dan 605 laki-laki) tentang kehidupan seks mereka. Hasilnya sangat mengejutkan, 94% wanita mengakui mereka jauh lebih keras selalu bersuara (teriak) dari pasangan mereka selama saat ngesex, dan 70% pria senang wanitanya mengeluarkan suara jeritan atau teriakan nikmat saat hendak mencapai orgasme.

Namun, belum ada penjelasan lebih ilmiah tentang mengapa wanita paling banyak berteriak atau mengeluarkan lenguhan saat melakukan aktivitas seks daripada pria, meskipun ada sebuah anggapan yang menyebutkan bahwa usia mungkin bisa menjadi faktor utama apakah pasangan itu aktif mengeluarkan jeritan, rintihan atau tidak. Tetapi kadang-kadang perempuan berpura-pura mengeluarkan suara orgasme yang terus menerus agar pasanganya lebih cepat pula orgasme. lalu ada juga yang menginginkan keduanya sama-sama mengeluarkan lenguhan agar sama-sama orgasme secara berbarengan.

Mungkinkah suara menjadi faktor utama wanita berpura-pura orgasme? Pakar seks, Tracey Cox menjelaskan bahwa banyak wanita merasa berkewajiban untuk memberikan "bukti" dari kenikmatan mereka di kamar tidur kepada pasanganya. "mungkin perempuan berpura-pura lebih sering berteriak menjerit-jerit nikmat daripada pria, karena merasa bahwa itu sebuah pembuktian bahwa mereka menikmati apa yang diberikan pasanganya, tujuanya adalah untuk membahagiakan pasangan ." Jelasnya.

Jadi, lelaki lebih menyukai wanita yang agresif diatas ranjang sambil mengeluarkan suara teriakan, lenguhan-lenguhan tanda nikmat daripada mendapati pasanganya itu 'mematung' atau dingin seperti es, sehingga gairah bisa berkurang. Begitupun juga sebaliknya impian wanita, demikian inti dari survey tersebut. (Serambinews.com /H )

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas